Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, November 16, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Tambang Ilegal, Polda Jambi Selidiki Keterlibatan Oknum Aparat
  • Follow Us!

Tambang Ilegal, Polda Jambi Selidiki Keterlibatan Oknum Aparat 

BERITA JAMBIKeterlibatan oknum aparat keamanan dan pemerintah diduga menjadi penyebab utama maraknya illegal drilling (penambangan minyak ilegal) di Kecamatan Bajubang, Kabupaten, Batanghari, Provinsi Jambi, meski penutupan illegal drilling di daerah itu sudah beberapa kali dilakukan Pemeintah Provinsi (Pemprov) Jambi selama dua tahun terakhir.

Kapolda Jambi Irjen Polisi Muchlis AS menegaskan, pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum aparat yang terlibat praktik illegal drilling di Kabupaten Batanghari. Penegasan itu disampaikan menyusul terjadinya kembali kebakaran di lokasi illegal drilling di Desa Pintu Air, Kecamatan Bajubang, pekan lalu.

“Polda Jambi sudah menerjunkan tim menyelidiki keterlibatan oknum aparat keamanan dalam praktik pengeboran minyak ilegal tersebut. Jika terbukti, khususnya anggota Polri akan kami tindak tegas,” kata Muchlis, Minggu (16/6/2019).

Mengenai kebakaran lokasi illegal drilling di Desa Pompa Air, Bajubang, Batanghari, Muchlis mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim Ditrektorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Hasil penyelidikan sementara, Tim Ditreskrimsus Polda Jambi belum menemukan pekerja dan cukong illegal drilling. Namun tim mengamankan seorang warga sekitar yang terbukti memiliki senjata api yang diduga ada kaitan dengan praktik illegal drilling tersebut,” ungkap Muchlis.

Mengenai masih banyaknya lokasi illegal drilling di Batanghari, Muchlis mengatakan, seluruh lokasi harus ditutup karena sudah dibahas dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami berharap pemerintah pusat maupun daerah segera menutup sumur minyak ilegal di Jambi, teruutama di Batanghari. Penutupan sumur-sumur minyak illegal tersebut sudah disampikan ke Kementerian ESDM,” kata Muchlis AS.

Sementara informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi illegal drilling di Provinsi Jambi tidak lagi tersebar di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Batanghari. Kini semakin meluas ke Simpang Pete hingga Desa Mekar Sari dan Ness, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Praktik tersebut merusak kebun karet dan kelapa sawit karena sebagian lokasi berada persis di tengah kebun karet dan kelapa sawit.

Diketahui, penutupan sumur-sumur minyak ilegal yang selama ini menjadi lokasi illegal drilling di Kecamatan Bajubang sudah sering dilakukan. Selama tahun 2017, Pemprov Jambi menutup 50 sumur minyak ilegal di Desa Pompa Air. Penutupan sumur dilakukan menyusul terjadinya beberapa kali kebakaran.

Selain tu, Polda Jambi sudah menangkap 18 orang pelaku illegal drilling di Provinsi Jambi selama 2017 – 2018. Para pelaku diamankan dari lokasi di Kabupaten Batanghari, Merangin dan Sarolangun. Beberapa orang pelaku itu sudah diadili. (CR-5)

 

Sumber: SP

Comments

comments