Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Agustus 24, 2019
Halaman Home » Berita Lain » Bambang: Single Wide Base Tire Biasa Digunakan di Eropa dan Amerika
  • Follow Us!

Bambang: Single Wide Base Tire Biasa Digunakan di Eropa dan Amerika 

BERITA SEMARANG – Pakar ban dan pelek Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Bambang Widjanarko menjelaskan, Single Wide Base Tire merupakan ban tunggal jenis radial tubeless (tanpa ban dalam) tapak lebar yang sudah sangat umum digunakan di Eropa dan Amerika.

“Pada umumnya di Eropa untuk transportasi barang antar negara digunakan kendaraan truk jenis trailer dengan 5 sumbu. Sumbu pertama atau sering disebut sebagai steering axle (setir) biasanya menggunakan ban tunggal tapak lebar dengan ukuran favorit 385/65 R 22.5,” ungkap Bambang di Semarang, Sabtu (8/6/2019).

Pada drive axle ( roda penggerak ), lanjut Bambang, biasanya digunakan ban ganda (bukan tunggal) dengan ukuran lebih ramping yaitu 315/70 R 22.5.

Selanjutnya pada 3 sumbu lagi di posisi ekor trailer biasanya digunakan ban tunggal tapak lebar jenis free rolling tire (FRT) dengan ukuran 385/65 R 22.5.

“Umumnya, kendaraan truk jenis trailer untuk angkutan barang lintas negara di Eropa menggunakan 6 ban jenis tapak lebar (single wide base tire) saja untuk bagian ekornya,” ujar Bambang.

Maka kendaraan truk jenis trailer dengan 5 sumbu di Eropa, umumnya hanya menggunakan 12 ban saja, tidak seperti di Indonesia yang masih menggunakan 18 ban untuk 5 sumbu.

“Memang efek merusak ban tunggal tapak lebar terhadap permukaan jalan terbukti jauh lebih minim ketimbang ban dengan tapak lebih sempit, selain itu usia pakai ban tunggal tapak lebar juga jauh lebih panjang secara kilometer dibanding ban dengan tapak yang lebih sempit,” kata Bambang .

Dalam pengamatannya, di Jalan Tol Trans Eropa Autobahn A4, A6 dan A1 di 6 negara (Italia, Swiss, Monaco, Perancis, Jerman, Belanda) dirinya berpendapat  bahwa rata-rata usia pakai ban radial tubeless tapak lebar di Eropa mampu menembus 200.000 Kilometer, dengan kondisi jalan dan muatan berstandar Eropa, seperti obrolannya dengan para pengemudi truk di setiap rest area.

“Sesuai aturan standarnya, para pengemudi truk di Eropa juga berhenti setiap 2 jam atau sekitar 200 kilometer untuk beristirahat,” pungkas Bambang. (Nining)

 

Biro Semarang

 

Comments

comments