Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Juli 17, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Bambang Widjanarko Beri Tips Mudik Lebaran
  • Follow Us!

Bambang Widjanarko Beri Tips Mudik Lebaran 

BERITA SEMARANG – Jelang hari raya Idul Fitri selalu ada tradisi menarik yang dilakukan masyarakat di Indonesia, yaitu mudik bersama ke kampung halaman. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah pemudik berkendaraan pribadi semakin banyak, seiring tumbuhnya kemampuan dan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng & DIY, Bambang Widjanarko di Semarang, Sabtu (18/5/2019).

“Namanya Ibu Kota, entah itu Ibu Kota Negara maupun Ibu Kota Provinsi tetap saja punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia, sehingga banyak masyarakat yang mengadu nasib di kota-kota besar daripada berkarya di kampung halamannya sendiri,” kata Bambang.

Meski Pemerintah sudah mengusahakan berbagai fasilitas mudik gratis menggunakan transportasi umum, namun tetap saja banyak yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, walaupun kerap harus berjuang dalam kemacetan.

Bambang Widjanarko yang juga seorang Tire & Rim Consultant dan Trainer Defensive Driving kali ini memberikan tips-tips kepada masyarakat sebelum mudik.

Dikatakan, sebelum mudik sebaiknya sudah terencana kemana tujuan, mengetahui kondisi cuaca dan jalan, menyiapkan GPS, dokumen kendaraan dan dokumen diri pribadi, perlengkapan kendaraan, serta obat-obatan.

“Lakukan pemeriksaan terhadap kendaraan sebagai sarana mudik secara menyeluruh yang berpedoman pada POWER, P, Petrol, O, Oil, W, Water, E-  Electric, dan R, Rubber,” terangnya.

“Selama perjalanan (mengemudi) hendaknya tidak menggunakan Handphone. Bersihkan area dashboard, tempat duduk dan wilayah sekitar pedal, istirahat cukup, tidak banyak mengkomsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, dan jangan mengandalkan kafein atau minuman stimulant,” kata Bambang.

Selain itu sebaiknya pemudik banyak minum air putih dan perbanyak konsumsi buah-buahan. “Buka kaca jendela dan hirup udara segar secara periodik, dan lakukan senam di rest area setiap 2-3 jam berkendara,” tambahnya.

Menurut Bambang, banyaknya kecelakaan di jalan tol akhir-akhir ini disebabkan karena ban meledak, rem blong, pengemudi mengantuk dan masih banyaknya orang yang belum terbiasa menggunakan jalan tol, sehingga terlalu asyik menginjak pedal gas dan menempel terlalu dekat dengan kendaraan di depannya.

“Akibatnya ketika ada sesuatu yang mendadak terjadi, pengemudi tidak bisa menghentikan kendaraan pada jarak pengereman yang diharapkan,” tandasnya. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments