Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juni 16, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » Pengembang Cuek, Warga Perumahan ISPI Ibadah di Jalan
  • Follow Us!

Pengembang Cuek, Warga Perumahan ISPI Ibadah di Jalan 

BERITA BEKASI – Disinyalir tidak mendapatkan izin mendirikan tempat ibadah atau Masjid di areal Perumahan Grup ISPI, ratusan Penghuni Cluster Devalley, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terpaksa menyiapkan sarana tempat ibadah ala kadarnya.

Pantaua Beritaekspres.com, warga para penghuni Cluster Devalley bersama-sama saling bahu-membahu untuk menyiapkan sarana ibadah dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan dengan kerangka besi dan atap baja ringan berlokasi ditengah jalan ujung Cluster Perumahan ISPI tersebut.

Sebelumnya, warga Perumahan Cluster Devalley sudah berusaha untuk mengajukan permohonan kepada pihak pengembang Perumahan ISPI untuk mendirikan tempat ibadah. Namun warga tidak mendapatkan izin dengan alasan tidak ada lahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum).

“Sebelumnya kita selaku warga Perumahan sudah mengajukan permohonan izin kepada pihak pengembang, tapi tidak mendapatkan izin, karena alasannya, tidak ada lahan Fasos-Fasum,” kata Bram, Selasa (7/5/2019).

Diungkapkan Bram, lokasi Perumahan Cluster Devalley berada jauh dari tempat ibadah, sehingga menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi para warga terlebih lagi saat ini, tengah menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan.

“Selain itu, keberadaan tempat ibadah jika dekat dengan rumah warga akan sangat membantu masyarakat dalam mendidik anak-anak membentuk karakter generasi masa depan yang berahlak,” ungkapnya.

Hingga kini lanjut Bram, warga terus memperjuangkam niatnya untuk mendirikan tempat ibadah. Cluster Devalley sendiri sudah dihuni sekitar 120 Kepala Keluarga (KK). Areal Perumahan masih terdapat banyak lahan yang tidak terurus.

“Tiap audiensi dengan pengembang, warga selalu dipertemukan dengan staf-staf yang tidak memiliki kapasitas dalam memutuskan,” imbuhnya.

Ditambahkan Bram, jika warga nanti diizinkan adanya lahan untuk mendirikan tempat ibadah dari pihak Pengembang, maka warga siap mandiri untuk melakukan pembangunan.

“Kita ingin lahannya berada ditengah sehingga warga akan mudah menjangkau. Untuk pembangunan kami akan mendirikan dengan mandiri secara gotong royong,” pungkasnya. (De/Mul)

Comments

comments