Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 22, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Keluarga Korban Penganiayaan Anak di Medan Berharap Keadilan
  • Follow Us!

Keluarga Korban Penganiayaan Anak di Medan Berharap Keadilan 

BERITA MEDAN – Kuasa hukum keluarga MHD (16), Saiful Anam berharap, polisi tidak  tebang pilih dan diskriminasi terhadap kasus dugaan penangianyaan anak kliennya yang merupakan siswa SMA Shafiyyatul Amaliyah Medan, Sumatera Utara (Sumut).

“Polisi jangan menganggap remeh kasus penganiayaan yang menimpa anak kliennya. Polisi harus bersikap tegas dan menangkap pelaku dugaan kekerasan anak tersebut, karena kasus ini sudah lama terjadi, tapi hingga kini belum diproses,” tegas Saiful kepada Beritaekspres.com, Kamis (2/5/2019).

Apalagi sambung Saiful, kasus tersebut sudah mendapat perhatian khusus dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Oleh karena itu, Polisi harus segera menindak tegas dugaan tidak pidana diskriminatif dan penganiyaan terhadap anak sesuai dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

Anam menjelaskan, kasus penganiayaan itu bermula saat korban MHD dan teman-temannya dianggap terlambat masuk kedalam kelas, Rabu 3 Oktober 2018 lalu. Padahal tidak demikian adanya. Namun guru Wali Kelas MHD yang bernama, Cindy Claudyana Sembiring justru melakukan penganiyaan secara fisik dan psikis memukul kaki dengan menggunakan gagang sapu ijuk berkali-kali.

Parahnya lagi lanjut Saiful, pelaku juga membenturkan kepala korban ke dinding, mencekik leher dengan menggunakan dasi korban dan banyak lagi bentuk penganiayaan lainnya serta tindakan-tindakan yang mengarah kepada diskrimatif terhadap korban didalam kelas yang disaksikan oleh teman-temannya.

“Tidak hanya itu, salah satu guru bernama Syahyudi yang dengan atau tanpa mengetahui duduk persoalannya, justru ikut melakukan hal yang sama kepada korban. Padahal, anak tersebut bukan merupakan anak yang tergolong nakal dan tidak pernah keluar masuk ruang BP/BK disekolahnya,” ungkap Anam.

Dalam kasus ini kata Anam, orang tua korban kliennya, dr. Ditriana dan Arindo Ruslan berharap keadilan dengan mengadukan dugaan peniyaan anak dan tindakan diskriminatif anak ke Baeskrim Mabes Polri dengan nomor laporan STTL/1189/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 9 November 2018 dan ke KPAI dengan tanda bukti lapor 675/KPAI/PGDN/XI/2018 tertanggal 15 November 2018.

Selain itu tambah Anam, pihak keluarga juga telah melaporkan kasus itu ke Kemendikbud berdasarkan Surat Nomor B-01281/SAP-01/XI/2018 tertanggal 15 November 2018 tentang Pengaduan Penganiayaan Anak oleh Guru SMA Syafiyyatul Amaliyyah Medan.

“Meskipun kedua guru tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dikeluarkan dari SMA Syafiyyatul Amaliyyah Medan, tapi hingga saat ini perkara tersebut belum jelas arahnya. Kita ingin kedua pelaku segera ditahan,” pungkas Saiful Anam. (Stave)

Comments

comments