Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Januari 26, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Di Bekasi, Antar Pendukung Caleg Gerindra Adu Jotos di PPK Kecamatan
  • Follow Us!

Di Bekasi, Antar Pendukung Caleg Gerindra Adu Jotos di PPK Kecamatan 

BERITA BEKASI – Paca rekapitulasi data hasil Pemilu serentak 17 April 2019 di Kecamatan Pebayuran diwarnai kericuhan antara pendukung Calon Anggota Legislatif (Caleg) yakni, Caleg Dapil V Nomor Urut 1, Husni Thamrin dan Caleg Dapil V Nomor Urut 2, Heriyanto yang keduanya berasal dari Partai Gerindra. Satu korban pendukung Caleg Husni Thamrin terluka pada bagian kepala.

Kepada Beritaekspres.com, Kapolsek Kecamatan Pebayuran, AKP Asep Romli menuturkan, peristiwa itu bermula saat petugas PPK Kecamatan tengah merekap suara ditingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kedatangan rombongan Caleg Nomor Urut 2, Heriyanto yang memprotes karena data tidak sesuai dengan data yang dimiliki internalnya.

“Jadi, mereka datang ke PPK Kecamatan untuk memprotes karena ada selisih suara yang terjadi tidak sesuai dengan data yang dimiliki pihak internalnya. Hal itulah mereka menilai ada dugaan kecurangan,” kata Asep, Selasa (30/4/2019).

Karena tidak terima sambung Asep, Caleg yang masih aktif duduk dibangku DPRD Kabupaten Bekasi itu turun dari mobil dengan membawa rekan-rekannya, sehinga sempat terjadi keributan dilokasi. Satu korban terluka di kepala dari kubu pendukung Caleg Husni Thamrin.

“Secara penghitungan kan sudah ada PPK dan Bawaslu jadi biarkan proses hukum yang berlaku jangan sampai main hakim sendiri apa lagi masih satu Partai, karena masalah menang dan kalah itu hal yang biasa,” jelasnya.

Asep pun menyarankan, jika ditemukan adanya dugaan kecurangan silahkan laporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jangan main adu pisik, karena negara kita adalah negara hukum yang pastinya akan merugikan banyak pihak jika terjadi sesuatu yang sama-sama kita tidak inginkan.

“Kalau memang merasa dicurangi dan ada buktinya silahkan tempuh jalurnya kan ada Bawaslu untuk itu bukan dengan cara-cara adu pisik karena itu akan jadi lain persoalannya,” ingat Asep.

Asep pun meminta kejadian ini tidak melebar kemana-mana berpikirlah yang jernih dengan hati yang bersih jangan sampai pesta demokrasi ini tercederai dengan hal-hal yang kurang baik percayakan kepada petigas Pemilu jika ada dugaan kecurangan silahkan laporkan sesuai dengan aturan hukum.

“Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat Pebayuran jangan sampi terprovokasi pendapat dengan jumlah, jika ada kecurangan silahkan laporkan ke Bawaslu yang berhak menanganinya, bukan dengan cara kekerasan,” pungkas Asep. (De/Mul)

Comments

comments