Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, November 14, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » 40 WNA Ditangkap, 11 Diantaranya DPO
  • Follow Us!

40 WNA Ditangkap, 11 Diantaranya DPO 

BERITA SEMARANG – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Jateng berhasil menangkap 40 orang warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan pelanggaran imigrasi, yakni kejahatan cybercrime. 40 orang tersebut adalah 12 orang warga Negara Taiwan, dan 28 warga Negara China.

“40 WNA tersebut ditangkap pada Kamis (18/4/2019) di perumahan Puri Anjasmoro, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang,” ujar Kakanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Sutrisman saat Konferensi Pers di rumah detensi imigrasi (Rudenim) Semarang, Senin (22/4/2019).

Diketahui, 11 dari 40 orang WNA tersebut merupakan daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Taiwan yang diduga telah melakukan kejahatan cybercrime di negara lain, seperti di Jepang.

“Di Indonesia, mereka sudah berpindah-pindah. Biasanya menginap di hotel, cottage, dan selalu pindah-pindah,” ungkapnya.

Selain menangkap 40 WNA, pihaknya juga menyita berbagai perangkat yang dicurigai untuk melakukan kegiatan kejahatan. Menurutnya, dari 12 WNA asal Taiwan, yang mempunyai dokumen hanya 11 orang, sedang 1 orang menyatakan hilang dokumennya.

Sementara 40 WNA asal Taiwan dan China tersebut diamankan oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Semarang yang dipimpin langsung oleh Kakanim Semarang.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas menemukan barang bukti yang diduga menjadi sarana untuk berbuat kejahatan, diantaranya 25 unit integrated access device (IAN), 22 ponsel, 4 tablet, 5 laptop, 250 buah jack RJ-10, 11 wireless telepon, 64 telepon, 22 handy talkie hingga uang tunai Rp 35 juta.

“Setelah adanya temuan, petugas langsung berkoordinasi dengan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jateng untuk proses lebih lanjut,” imbuh Sutrisman.

Pihaknya juga menyatakan bahwa penangkapan terhadap 40 orang WNA tersebut tidak ada hubungannya dengan Pemilu 2019.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmadja menyampaikan, 40 orang WNA tersebut ditangkap karena diduga melakukan penipuan atau pemerasan kepada sesama warga Taiwan maupun China.

“Modus mereka adalah menyewa sebuah rumah, dibuat kedap suara. Mereka juga berpura-pura mengatasnamakan dari penegak hukum, kemudian mereka mencari target untuk ditakut-takuti tentang persoalan hukum,” kata Agus.

Selanjutnya korban diminta untuk membayar sejumlah uang dengan cara menstransfer uang kepada pelaku. “Para pelaku diancam dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak 1 Milyar,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments