Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, April 23, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » RS. Tiara di Bekasi Tolak Pasien Keadaan Darurat
  • Follow Us!

RS. Tiara di Bekasi Tolak Pasien Keadaan Darurat 

BERITA BEKASI – Rumah Sakit (RS) Tiara Jalan Raya Kebalen, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tolak pasien dalam keadaan darurat yang tengah membutuhkan pelayanan medis. RS. Tiara berkilah, tidak memiliki peralatan yang cukup tanpa memberikan pertolongan pertama terhadap pasien.

Ade Nana (55) warga Perumahan Villa Gading Harapan (PGH) RT01/RW024, Keluarahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu ditemukan putrinya, Peggy, Kamis 11 April 2019 sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, tergeletak didepan pintu kamar mandi rumahnya dalam keadaan lemas dan tidak bergerak.

Melihat keadaan ayahnya, Peggy langsung menghubungi Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat menberitahukan, bahwa ayahnya ditemukan tergeletak didepan pintu kamar mandi dalam keadaan tidak berdaya, meski masih bisa diajak berkomunikasi.

Mendapat kabar warganya, Ketua RT setempat, langsung bergegas menuju RS terdekat yaitu RS Tiara yang berjarak sekitar satu kilometer dari wilayahnya yakni, Perumahan VGH. Namun, RS. Tiara, menolak dengan alasan tidak bisa menangani berkaitan dengan peralatan yang minim tanpa memberikan pertolongan pertama terhadap pasien dalam keadaan darurat.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua RT01/RW024 setempat, Karno membenarkan keadaan yang dialami warganya, Ade Nana, ketika mendadak harus segera dibawa ke RS. Tiara karena jatuh lemas dan tidak berdaya didepan pintu kamar mandi rumahnya Kamis 11 April sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

“Alhamdulilah, sekarang pak Ade sudah mendapat perawatan secara intensif diruang ICU di RSUD Chasbullah Abdul Majid, Kota Bekasi,” katanya, Jumat (12/4/2019).

Memang waktu itu sambung Karno, kita dalam keadaan bingung bersama istri dan kedua putri pak Ade Nana terlebih lagi kejadiannya sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Pak Ade, jatuh karena mendadak kepalanya menglami pusing, lemas dan ngerasain sakit yang luar biasa, sehingga sama sekali anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan.

“Kalo dari keterangan hasil ronsen di RSUD Kota Bekasi katanya ada pembekuan darah dikepala yang kemungkinan pernah terbentur benda keras dikepalanya. Dan sekarang masih dicoba pake obat dulu, kalo ngak juga ya harus menjalani operasi,” ungkap Karno.

Meski begitu, Karno selaku Ketua RT setempat, menyesalkan sikap pelayanan RS. Tiara terlebih lagi pasien merupakan warga wilayah sekitar, karena menurut sepengetahuannya RS berkewajiban memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan darurat agar mengetahui lebih dulu keadaan pasien.

“Sempat saya udah mau isi formulir kerna keadaan pasien darurat, tapi langsung dikabarkan tidak bisa melayani, sehingga harus mencari RS lain. Waktu itu saya kebingungan harus kembali membopong pak Ade mencari RS lain. Untungnya, jalanan masih sepi karena pukul 02.30 WIB dini hari, langsung saya bawa ke RSUD Kota Bekasi,” imbuhnya.

Sampai di RSUD Kota Bekasi tambah Karno, keluarga mendaftarkan diri dan langsung ditangani Unit IGD. Sekarang warga yang dikenal aktif dilingkungan itu, sudah menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU RSUD Kota Bekasi. “Alhamdulillah, sekarang pak Ade, sudah mendapat perawatan di RSUD Kota Bekasi, semoga pak Ade bisa kembali sehat seperti sediakala,” pungkas Karno. (Indra)      

Comments

comments