Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Agustus 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Polemik KSOP Karimun, Ormas Patron: INSA Tak Paham Hukum
  • Follow Us!

Polemik KSOP Karimun, Ormas Patron: INSA Tak Paham Hukum 

BERITA KARIMUN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesia National Shipowner Assocition (INSA) Karimun selaku Asosiasi Persatuan Pengusaha Pelayaran Perkapalan harus bersikap netral, bukan terkesan memihak. Hal itu dikatakan Ketua Ormas Patriot Nasional (Patron) Karimun, Andi Acok melalui Abdul Rahman selaku Bidang Investigasi Ormas Patron, Karimun.

“Sikap Yudha Ilham selaku Kepala Bidang Kapal Penumpang di DPC INSA Karimun, terkesan memihak kepada salah satu agen seperti PT. WAS atau PT. Ujung Madini Lestri (UML),” sindirnya kepada Beritaekspres.com, Rabu (3/4/2019).

Seharusnya sambung Rahman, DPC INSA Karimun sebagai sebuah Organisasi atau Assoosiasi Persatuan Pengusaha Pelayaran Perkapalan bersikap netral dan turut mencarikan solusi dari persoalan yang ada bukan malah bersikap yang bisa memanskan situasi atau keadaan saat ini.

“Sebagai sebuah Organisasi Perkapalan, INSA khususnya kepada Yudha Ilham bisa bersikap arif dalam menyikapi persoalan agar cepat bisa kita selesaikan. Utamakan kepentingan masyarakat yang belakangan ini mengeluh harus mengeluarkan biaya lebih karena tidak dapat kapal,” tegasnya.

Selain itu lanjut Rahman, ada masyarakat yang menyatakan bahwa adanya kapal yang mesinya mati atau rusak, sehingga perjalanan dari Karimun-Kukup Malaysia ditempuh selama 3 Jam. Padahal, sebelumnya, perjalanan Karimun-Kukup hanya ditempuh selama 1 Jam 15 menit paling lama.

“Sekali lagi, utamakan kepentingan masyarakat, jangan kita memetingkan suatu kelompok hingga mengorbankan masyarakat selama kekisruhan di KSOP Karimun terkait kepailitan PT. Penaga Timur,” imbuhnya.   

Rahman pun menyindir, dengan nada lantang bahwa Yudha Ilham telah mengomentari sesuatu yang belum dia dipahami dan terkesan memihak ke salah satu perusahaan pelayaran tanpa memikirkan kepentingan masyarakat banyak.

“Kami merasa DPC INSA tidak mengerti hukum tapi mengomentari permasalahan hukum. Ingat INSA adalah sebuah Organisasi atau Assoosiasi jadi harus bisa jadi penengah untuk ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan ini.

“Jadi, jangan bersikap memihak kepada salah satu keagenan. Yudha Ilham harus paham bahwa PT. LLI itu hanya Agency bukan pemilik saham ataupun perwakilan resmi PT. Penaga Timur yang kini dinyatakan pailit,” pungkasnya. (Yani)

Comments

comments