Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 12, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » KPU Kota Bekasi Gelar Simulasi Pencoblosan Pemilu 2019
  • Follow Us!

KPU Kota Bekasi Gelar Simulasi Pencoblosan Pemilu 2019 

BERITA BEKASI – Gelaran pemilu tinggal menghitung hari berbagai persiapan untuk menyambut pesta demokrasi itu sudah mulai dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi sebagai panitia penyelenggara Pemilu menggelar simulasi untuk pencoblosan yang dilaksanakan dihalaman kantor Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2019).

Dari segi pengamanan diseluruh wilayah sudah siap menjalani segala kemungkinan dalam tahapan pencoblosan. Aparat kepolisian juga akan dibantu TNI dalam pengamanan. Wilayah yang dianggap rawan terhadap gesekan akan menjadi perhatian serius dalam pengamanan.

Hal tersebut disampailan Dandim 0507 Bekasi Letkol Arm. Abdi Wirawan melalui Kasdim 0507 Bekasi, Mayor Inf. Rahmat Triono usai mengikuti Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara di TPS  pada Pemilu serentak 2019.

“Segala sesuatu sudah disiapkan, dari mulai gelar pasukan tingkat Mabes TNI beberapa waktu lalu di Halim dan belum lama kita laksanakan gelar pasukan tingkat Gatam 01 Kodam Jaya. Pada intinya, kami TNI sudah siap untuk mengamankan jalannya Pileg dan Pilpres nanti,” kata Dandim 0507 Bekasi melalui Kasdim 0507 Bekasi, Mayor Inf. Rahmat Triono.

Diketahui, setidaknya 600 ribu pasukan TNI disiapkan di wilayah Jabedetabek untuk mengamankan jalannya gelaran Pemilu 2019. Kodim 0507 Bekasi sendiri akan mendapatkan bantuan dari BKO dari Batalyon 202 Mekanis Tajimalela, Batalyon Armed 07, Rindam Jaya, Diklat dan Balakodam. TPS rawan dan TPS khusus akan mendapatkan perhitungan tersendiri.

“Nanti akan tergabung di Kodim 0507 Bekasi lumayan banyak, nanti akan kami tempatkan dititip pasukan cadangan Kodim mapupun cadangan Korem dan titip rawan yang ada di wilayah Kota Bekasi,” ulas Kasdim.

Dilanjutkan Kasdim 0507 Bekasi, masyarakat Kota Bekasi tidak perlu mengkhawatirkan jalannya gelarannya Pemilu. Aparat TNI dan Polri akan menjaga secara maksimal pada saat pencoblosan hingga penghitungan suara.

“Mari kita laksanakan gelaran pesta demokrasi ini dengan aman dan kondusif serta bergembira, jangan ada yang saling mencaci maki yang akan memecah persatuan dan kesatuan masyarakat kita, tetap legowo dan ikhlas siapapun yang menang, itulah takdir dari yang maha kuasa,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kodim 0507 Bekasi dengan bantuan yang ada, sudah menyiapkan 600 personil yang akan disebar di 12 Kecamatan di Kota Bekasi. Perbandingan untuk wilayah rawan adalah 1:2 bahkan 1:1 serta untuk wilayah yang tidak rawan 1:12.

Sementara itu, Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto yang juga menghadiri kegiatan Simulasi Pemungutan Suara juga menuturkan bahwa kegiatan simulasi tersebut dapat melihat kesiapan petugas dan pemilih serta dapat memaping potensi persoalan yang mungkin terjadi saat Pemilu.

“Terutama petugas bagaimana proses ini bisa secara natural berlangsung dan kita bisa memaping potensi persoalan-persoalan yang akan mungkin terjadi pada saat orang hadir ke TPS, pada saat dia melaksanakan haknya dan kemudian kembali serta saat perhitungan,” terang Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto.

Ditambahkan Tri Adhianto pemilih di Kota Bekasi diyakini akan menyentuh angka 80 persen. Kota Bekasi sebagai Kota Metropolitan, sosialisasi yang sudah dilakukan untuk menekan angka golput pada Pemilu serantak 2019.

“Kalau saya kira dengan kita Kota Metropilis, semua instrumen keterbukan informasi sudah cukup baik sehingga masyarakat sudah tersosialisasi luar biasa, untuk menekan angka golput tadi,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Komisioner KPU Devisi Teknis Pelaksanaan KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa menambahkan, kegiatan tersebut dalam mengantisipasi dan meminimalisir kesalahan saat hari pencoblosan pada Pemilu 2019.

“Ini juga akan menjadi pelajaran buat kita penyelenggara calon-calon KPPS untuk mempersiapkan dirinya bertugas pada 17 April mendatang, sehingga kita bisa antisipasi beberapa kesalahan yang nanti terjadi bisa kota minimalisir. Penggunaan surat suara salah satu perhatian khusus dalam pelaksanaan pemungutan suara nanti,” tungkasnya. (Edo)

Comments

comments