Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Agustus 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Persit KCK Daerah IV Diponegoro Gelar Ceramah Parenting
  • Follow Us!

Persit KCK Daerah IV Diponegoro Gelar Ceramah Parenting 

BERITA SLAWI – Era digital telah memberikan dampak yang besar bagi perkembangan dunia pendidikan, terutama dalam dunia parenting (pengasuhan). Banyak orang tua yang kewalahan dalam menangani putra-putrinya yang telah kecanduan Gadget dan media sosial. 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, memperingati HUT ke-73 Persit Kartika Candra Kirana tahun 2019, Pengurus Persit KCK Daerah IV Diponegoro menyelenggarakan ceramah Parenting yang diselenggarakan di Aula Mabrigif 4 Dewa Ratna, Slawi, Jumat  (29/3/2019).

Ceramah yang mengangkat tema ‘Komunikasi Efektif di Era Digital’ tersebut diikuti Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV Diponegoro beserta Pengurus Persit dan Ketua Persit KCK Cabang LVI Brigif 4 Dewa Ratna dan pengurus.

Ketua Persit KCK Daerah IV Diponegoro, Ny. Septi Effendi dalam sambutannya  mengatakan, dampak era digital pada pengasuhan bisa jadi disebabkan oleh para orang tua yang sehari-harinya sibuk main gadget dan medsos. Kemungkinan, orang tuanyalah yang memang memfasilitasi anaknya untuk menggunakan gadget hanya untuk alasan agar tidak ketinggalan jaman.. 

“Mengingat pentingnya ceramah parenting ini, agar nantinya putra-putri kita tidak kecanduan gadget dan medsos, para peserta  dapat menyimak dan menyerap semua materi yang diberikan oleh penceramah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Dra. Mahyi Din Ilyas selaku penceramah menerangkan, sebagai orang tua kita harus memahami perkembangan anak dengan menguasai cara berfikir anak. Hal ini akan berpengaruh kepada perkembangan kepribadian dan masa depan anak. 

Menurutnya, dalam perkembangan anak juga dibutuhkan peningkatan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak itu sendiri. “Untuk meningkatkan komunikasi terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya menurunkan frekuensi, membaca bahasa tubuh, mendengar perasaan, menjadi pendengar aktif, dan pandai belajar untuk mengenali diri dan mengenali lawan bicara,” ungkap dia.

“Jadilah pendengar yang baik, dalam berkomunikasi, orang tua dan anak harus dapat bekerjasama dalam memecahkan masalah dengan baik, salah satunya adalah orang tua bisa menjadi pendengar yang baik,” pesan dia. (Nining)

 

Biro Semarang

Comments

comments