Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juli 21, 2019
Halaman Home » Hukum » Lagi, Tim Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Asal Kejati Jatim
  • Follow Us!

Lagi, Tim Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Asal Kejati Jatim 

BERITA JAKARTA – Program Tangkap Buron (Tabur) 31.1 Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, kembali berhasil mengamankan buronan ke-35 tahun 2019 yang menargetkan masing-masing Kejaksaan Tinggi (Kejati) minimal dapat menangkap satu buronan untuk setiap bulannya. 

Kepada Beritaekspres.com, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Mukri menerangkan, Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, berhasil mengamankan buronan tersangka perkara tindak pidana korupsi asal Kejaksaan Tinggi, Jawa Timur, berinisial SHP  (34).

“Tersangka berhasil diamankan pada Kamis 21 Maret 2019 sekitar pukul 20.40 WIB di Jalan Gedebage Selatan, Kampung Bojong Manjak, Kelurahan Cisarten Kidul, Bandung, Jawa Barat,” katanya, Jumat (22/3/2019).

Dijelaskan Mukri, tersangka SHP menjabat sebagai Kasi Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum Bulog Sub Divre Surabaya Selatan di Mojokerto diketahui masuk kantor terakhir tanggal 31 Oktober 2017. Praktis, ketika kasusnya disidik Pidsus Kejati Jatim sejak November 2018 dia tidak pernah memenuhi panggilan, sehingga ditetapkan sebagai Daftar Pencrian Orang (DPO) alias buron.

“Modus korupsi yang dilakukan SHP sebenarnya sangat sederhana. Ketika melakukan penjualan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) senilai Rp1,7 miliar dia tidak pernah menyetor uangnya ke rekening Bulog,” ungkap Mukri.

Melainkan sambung Mukri, tersangka SHP malah membuat rekening atas nama pribadinya untuk menampung pembayaran dari pembeli. Selain jadi buron Kejati Jawa Timur, SHP diketahui juga merupakan buron Polda Jatim. Beberapa BUMD seperti Puspa Agro dan pihak lain telah melaporkan ditipu tersangka senilai Rp13 miliar. 

“Tersangka juga lagi dicari Polda karena ada kasus penipuan dan penggelapan beberapa rekanan Bulog Jatim senilai Rp13 miliar lebih,” jelas Mukri.

Dikatakan Mukri, karena diburu banyak pihak, tertangkapnya SHP juga melegakan pihak Bulog. Karena beberapa pihak yang ditipu telah mendesak Bulog harus ikut bertanggungjawab karena saat menipu mengatasnamakan Bulog.

“Tadi pagi Kepala Divisi Hukum Bulog Pusat Irfan Aziz memberikan apresiasi kepada Kejaksaan yang telah berhasil menangkap SHP, karena akibat perbuatan pribadinya, Bulog ikut digugat banyak pihak,” jelas Mukri lagi. 

Tersangka SHP sendiri lanjut Mukri, ditangkap dirumah orang tuanya setelah sempat berpindah-pindah tempat. Pasca penangkapan, SHP sempat diinapkan diruang tahanan Kejari Bandung baru penerbangan pertama pesawat Lion Air dibawa ke Kejati Jatim.

“Tersangka SHP langsung dijebloskan ke Rutan Kejati Jatim dan ditahan penyidik selama 20 hari. Karena berkas perkaranya sudah rampung tinggal BAP tersangka bisa langsung ke Jaksa peneliti,” ucapnya.

Sebenarnya tambah Mukri, Kejati sebelum SHP menjadi buron akan menyidangkan secara in absentia, karena SHP tak kunjung memenuhi panggilan dan melarikan diri kini setelah berhasil ditangkap tidak jadi diproses secara In absentia,” pungkasnya. (Bambang)

Comments

comments