Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Mei 25, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Ancaman Non-Militer Berbahaya Jadi Perhatian TNI
  • Follow Us!

Ancaman Non-Militer Berbahaya Jadi Perhatian TNI 

BERITA SEMARANG – Dinamika berubah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, terjadinya revolusi industri 4.0, disruption pada berbagai bidang, permasalahan pangan, energi, penyalahgunaan narkoba, meningkatnya aksi terorisme, kejahatan lintas negara, kebijakan negara-negara asing yang bersifat agresif dan terjadinya perubahan iklim dunia.

Akumulasi dari permasalahan tersebut mempengaruhi pola dan bentuk ancaman yang semakin komplek baik ancaman militer, ancaman bersenjata, ancaman nonmiliter maupun ancaman hibrida.

Penjelasan tersebut diungkap Asisten Operasi Panglima TNI, Mayjen TNI Ganip, melalui amanat tertulis yang dibacakan Kolonel Inf Suswatyo Paban II Opstra Sops TNI pada kegiatan pembukaan Rakor membahas Rentinkon Kotamaops TNI tahun 2020 di Makodam IV Diponegoro, Kamis (14/3/2019).

Dijelaskan, hal-hal yang perlu mendapat perhatian adalah pelanggaran perbatasan, gerakan separatis bersenjata, pemberontakan bersenjata, terorisme dan radikalisme, kejahatan trans nasional, konflik komunal dan konflik sosial. Selain itu juga pengamanan objek vital nasional yang bersifat strategis, serta bencana yang diakibatkan oleh alam. 

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi menyampaikan, pembuatan rentinkon oleh Kotamaops TNI dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) merupakan upaya untuk meminimalisir dampak dari ketidakpastian melalui pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat terjadi, sehingga apabila terjadi peristiwa darurat, Kotamaops TNI telah memiliki kesiapan untuk mengantisipasi serta bertindak secara tepat waktu dan efektif.

Melalui Rakor ini, Mayjen TNI Mochamad Effendi berharap Mabes TNI mendapatkan bahan masukan dalam penyusunan program bidang operasi dan Rencana Kontijensi TNI Tahun 2020. “Hal ini penting mengingat  sesuai dengan sistem perencanaan pembangunan TNI, Rentinkon Kotamaops merupakan salah satu dokumen pendukung dalam penyusunan program kerja TNI”, ungkap Pangdam.

Disisi lain, diharapkan Kotamaops TNI Wilayah Barat senantiasa mampu memelihara dan meningkatkan kesiapan serta kesiagaan operasional dalam menghadapi kemungkinan kontinjensi secara terkoordinasi dan terpadu. Rakor Rentinkon yang diselenggarakan di Ruang Bina Yudha ini dihadiri para Asisten terkait dari Kotamaops TNI Wilayah Barat. (Nining)

 

Biro Semarang

Comments

comments