Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Mei 25, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Soal Damtruk, Ahmad Jais: Pemkab Labuhanbatu Jangan Tutup Mata
  • Follow Us!

Soal Damtruk, Ahmad Jais: Pemkab Labuhanbatu Jangan Tutup Mata 

BERITA LABUHANBATU – Puluhan dump truk pengangkut tanah urug melintas di sejumlah jalan inti Kota Rantauprapat. Akibatnya, merugikan warga dan pengguna jalan umum lainnya.

Pasalnya, truk yang tanpa tenda penutup material tanah timbun proyek itu kerap menimbulkan masalah sosial. Sebab, material tanah itu banyak yang berterbangan dan mengganggu masyarakat khususnya bagi para pengguna jalan.

“Karena tanpa penutup, debu dan pasir dari truk itu berterbangan kemana-mana karena tertiup angin,” ujar seorang pengguna jalan umum, R Sihotang kepada Beritaekspres.com, Rabu (13/3/2019).

Selain itu sambungnya, hilir mudik dam truk bertonase berat itu kerap jadi penyebab kemacetan arus lalulintas dan dikhawatirkan akan memicu terjadinya lakalantas.

“Bukan hanya menganggu dan mengancam keselamatan masyarakat, tapi infrasetruktur juga mengalami kerusakan dibeberapa titik,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, salah seorang Anggota DPRD Labuhanbatu, Ahmad Jais mengatakan, hilir mudiknya dam truk bertonase berat itu sering saat aktifitas masyarakat tengah sibuk seperti anak sekolah dan berangkat kerja.

“Gimana ngak macet, operasinya ngak melihat waktu. Jam sekolah sama masyarakat berangkat kerja dia juga beroperasi,” sindirnya.

Kalau seperti katanya, bukan hanya kemacetan tapi nyawa pun kapan saat bisa menjadi ancaman. Debunya itu juga menganggu kesehatan masyarakat,” katanya.

Seharusnya lanjut Ahmad Jais, Pemerintah Labuhanbatu perketat pengawasan dan menginventarisir kerusakan badan jalan yang diakibatkan dilintasi truk pengangkut tanah tanah tersebut.

“Dikawasan jalan Belibis Simpang Mangga, badan jalan semakin memprihatinkan. Mulai bergelombang dan rusak. Pemerintah jangan tutup mata,” jelas Ketua PAN Labuhanbatu ini.

Ahmad Jais pun menghimbau pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Labuhanbatu dan pengusaha dam truk agar menekan para pengemudi untuk memasang tenda penutup tanah angkutan.

“Pemerintah wajib memberikan perlindungan terhadap masyarakatnya agar tidak menimbulkan kerugian dan sebagainya,” pungkas Ahmad Jais. (Hendro Syah Putra)

Comments

comments