Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Februari 23, 2020
Halaman Home » Hukum » Suap Hakim Tipikor, Hadi Setiawan Dituntut 5,5 Tahun Penjara
  • Follow Us!

Suap Hakim Tipikor, Hadi Setiawan Dituntut 5,5 Tahun Penjara 

BERITA JAKARTA – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa Hadi Setiawan selama 5,5 tahun penjara serta denda sebesar Rp350 juta dengan subsider 4 bulan kurungan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (28/2/2019).

“Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Jaksa KPK, Haerudin.

Jaksa KPK menilai, perbuatan terdakwa tidak mendukung program Pemerintah yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Selain itu, terdakwa juga dianggap sebagai pelaku yang cukup aktif dan dominan dalam perbuatan pidana.

Dalam dakwaan Jaksa, bahwa terdakwa bersama pengusaha Tamin Sukardi dinilai terbukti menyuap hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Merry Purba, sebesar 150.000 dollar Singapura.

Dikatakan Jaksa, penyerahan uang kepada Merry diberikan melalui Panitera Pengganti (PP) pada Pengadilan Tipikor Medan, Helpandi.

Selain kepada Merry kata Jaksa, Tamin juga berencana memberikan uang 130.000 dollar Singapura kepada hakim Sontan Merauke Sinaga.

Menurut Jaksa, pemberian uang tersebut diduga untuk memengaruhi putusan hakim dalam perkara korupsi yang sedang ditangani Merry dan Sontan.

Perkara itu yakni dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, di Deli Serdang, Sumatera Utara. Adapun, Tamin Sukardi menjadi terdakwa dalam perkara dugaan korupsi tersebut.

Menurut Jaksa, pemberian uang itu dengan maksud agar majelis hakim memutus Tamin Sukardi tidak terbukti bersalah. Tamin berharap dirinya dapat divonis bebas. (Bambang)

Comments

comments