Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, November 14, 2019
Halaman Home » Hukum » Pelapor Kecewa 2 Tahun Kasus Penipuan Mandek di Polres Metro Bekasi
  • Follow Us!

Pelapor Kecewa 2 Tahun Kasus Penipuan Mandek di Polres Metro Bekasi 

BERITA BEKASI – Bella Atuniah (37) kecewa dengan kinerja kepolisian Polres Metro Bekasi yang tidak serius menanggani kasus penipuan yang dialaminya. Pasalnya, sejak dilaporkan pada 9 September 2017 lalu hingga kini belum ada perkembangannya. Bahkan pelaku, Dyah Budi Astuti (40) sebagai terlapor masih bebas melenggang tanpa memikirkan nasibnya yang telah ditipu pelaku.

Kepada Beritaekspres.com korban Bella menuturkan bahwa pelaku, Dyah Budi Astuti merupakan tetangga rumahnya di Perumahan Citra Graha Primana, Kabupatan Jonggol, Bogor Timur, Jawa Barat. Penipuan itu bermula ketika pelaku Dyah ingin meminjam sejumlah uang untuk modal usaha jual beli ikan. Karena tidak memiliki uang yang cukup korban lalu mempercayakan BPKB mobil jenis Toyota Yaris berpnopol B 1362 BFH.

“Waktu itu dia bilang bisa digadaikan ke Leasing Oto Finance beralamat di Ruko Kuning, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi dengan pinjaman sebesar Rp35 juta dengan kesepakatan Rp20 saya dan Rp15 juta pelaku untuk modal usaha jual beli ikan,” katanya, Sabtu (16/2/2019).

Ketika itu sambung Bella benar cair Rp20 juta diterimanya dengan cicilan sebulan Rp850 ribu yang nantinya diberikan kepada pelaku karena nantinya pelaku lah yang menyetorkan bulanannya sekalian dengan pinjaman Rp15 juta yang diterimanya tanpa korban ketahui proses yang sebenarnya karena korban ketika sempat diajak pelaku hanya disuruh menunggu diluar kantor Otto Finance.

“Karena namanya sama tetangga biasa main bareng sudah akrab jadi percaya aja. Tahunya pas ketipu dia menunggak cicilan pinjaman selama 3 bulan. Dia infokan ke saya bahwa mobil jangan dipake dulu dijalan takut kena mata elang,” kata korban menirukan pesan pelaku.

Gelisah dengan keadaan mobilnya, Bella lalu mencari tahu ke Leasing Oto Finanace yang berpusat di Summarecon Kota Bekasi karena sudah telat cicilan selama 3 bulan. Setelah dilakukan pengecekan pihak Otto Finance, ternayata bukan pinjam uang melainkan mobil sudah angkat kredit atas nama orang lain yakni, Wawan Hermawan.

“Saya kaget katanya pinjam uang Rp35 juta namun ternyata mobil saya justru di leasingkan kepihak lain dengan pencairang harga pasaran jual beli mobil yaitu lebih dari Rp60 juta dengan data-data saya yang sudah dipalsukan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, teman dekat korban, Afrizal Syahputra (32) menambahkan, dirinya menduga bahwa mobil korban Bella sudah dijual dengan cara dileasingkan keatas nama orang lain yakni, Wawan Hermawan secara diam-diam dengan memalsukan data korban bekerjasama dengan bagian survei Oto Finance untuk meloloskan pencairan mengatasnamakan shorum mobil bekas fiktif.

“Otto Finance tidak menerima pengadaian dia kredit mobil bekas. Setelah kita telusuri shorum sesuai dengan data yang ada dari Otto Finance ternyata shorum jual beli mobil bekasnya juga fiktif. Sebab, pisik mobilnya sendiri sampai saat ini masih ditangan korban tidak berpindah tangan kepihak lain,” jelasnya.

Namun ironisnya lanjut Roy sapaan akrabnya ketika pihak leasing Oto Finance dijelaskan korban dengan kenyataan yang ada pihak Otto Finance tetap tidak mau tahu dan tetap ingin menarik mobil korban yang sudah tertipu. Meski sebelumnya, kita berharap pihak Otto Finance ikut mendorong dan membantu pelaporan dugaan penipuan yang dialami korban.

“Tadinya, kita berharap setelah pihak leasing mengetahui dengan bukti-bukti yang ada ikut mendukung laporan korban karena dalam kasus ini Oto Finance juga sudah tertipu dengan data-data palsu yang diberikan suplayernya sehingga merugikan kedua belah pihak,” imbuhnya.

Makanya tambah Roy, dirinya bingung dan kasian terhadap korban Bella yang sudah kena korban penipuan oleh pelaku Dyah Budi Astuti dan beberapa orang lainnya yang bekerjasama mengakali data dan mobil korban yang kini menjadi tidak jelas bahkan menghadapi ancaman mata elang yang kapan saat mengincar kendaraan miliknya.

“Makanya, kita berharap pihak kepolisian serius menangani kasus ini karena kasian Bella sebagai masyarakat jadi korban penipuan. Sudah dua tahun laporannya mandek di Polres Metro Bekasi. Sementara, terlapor dan lainnya masih bebas berkeliaran,” pungkasnya. (Indra)

Comments

comments