Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Februari 17, 2019
Halaman Home » Peristiwa » Tawuran Remaja, 1 Tewas Dikeroyok, 6 Orang Ditangkap
  • Follow Us!

Tawuran Remaja, 1 Tewas Dikeroyok, 6 Orang Ditangkap 

BERITA BEKASI – Tawuran remaja  di Kota Bekasi semakin mengkhawatirkan. Remaja usia pelajar yang seharusnya belajar, namun sering kali terlibat tawuran. Seperti yang baru ini terjadi di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi, satu orang meninggal dunia akibat tawuran.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP. Eka Mulyana menerangkan, dalam tawuran tersebut ada kelompok yang manamakan dirinya “Om Kali All Star” yang saling menantang dengan kelompok lain yang bernama “Bayur”. Kedua kelompok itu, saling menantang melalui instagram.

Mereka bertemu sambung Wakapolres, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 03:00 WIB di depan Alexindo, Bekasi utara. Saat kedua kelompok bertemu, mereka berkelahi, na’as, korban jatuh dan terpisah dari kawannya. Korban kemudian ditabrak menggunakan sepeda motor lalu dikeroyok secara beramai-ramai oleh para pelaku.

“Korban sempat ditolong dengan dibawa ke Rumah Sakit Ananda, Medan Satria untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat tertolong lagi,” ungkap, AKBP. Eka Mulyana, Senin, (11/2/2019).

Korban yang diketahui bernama M. Ali Sadikin (17) warga Kelurahan Harapan Jaya tersebut mengalami  luka bacok dibagian punggung, memar dibagian pinggul. Korban ditinggalkan para pelaku begitu saja setelah korban tidak bergerak.

Sementara, 6 remaja berhasil diamankan polisi karena terlibat tawuran dengan pelajar dari sekolah lain. Tawuran yang terjadi di Jalan Sultan Agung, Bekasi Utara tersebut menyebabkan korban meninggal luka bacok terkena benda tajam. Para tersangka berinisial SR alias Parid, IN alias Ilham, DF alias Mange, MI alias Baba, JP dan RNF alias Iki.

Para pelaku memiliki peran masing-masing dalam tawuran tersebut. SR alias Parid, JP dan IN alias Ilham membacok korban dengan celurit, DF alias Mange memukul korban menggunakan stik golf dibagian punggung, RNF alias Iki menabrak korban dengan motor serta menyeret korban.

Puluhan senjata tajam disita polisi, beserta baju korban yang bernoda darah dan satu unit sepeda motor. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP perkara tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang mengakibatkan matinya orang, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun penjara.

“Pasti nanti kalau anak-anak ada pertimbangan sendiri, karena ini pelakunya ada yang sudah usia dua puluh tahun,” pungkasnya”

Barang bukti yang disita polisi berupa 3 bilah celurit, 2 kantong plastik betisi pakaian korban yang bernoda darah, 1 buah stik golf, 1 bilah bambu dan 1 unit seped motor milik pelaku yang digunakan untuk menabrak dan menyeret korban.  (Edo)

Comments

comments