Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Februari 17, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Pangdam IV: Pengamanan Pemilu, Prajurit Harus Ikuti Komando Lapangan
  • Follow Us!

Pangdam IV: Pengamanan Pemilu, Prajurit Harus Ikuti Komando Lapangan 

BERITA SEMARANG – Latihan pengamanan Pemilu 2019 yang serentak digelar di Korem jajaran Kodam IV Diponegoro dan Kodim 0733 BS/Semarang sejak 30 Januari 2019 secara resmi ditutup Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, di lapangan parkir PRPP Semarang, Minggu (10/2/2019).

Kegiatan diawali dengan peragaan atau simulasi pengendalian huru-hara pengamanan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019 oleh pasukan gabungan dari Kodim 0733 BS/Semarang, Yonif Raider 400/BR, Yonarhanud 15, Denkeslap Kesdam IV Diponegoro, Brimob, dan Shabara Polda Jateng yang dilanjutkan evaluasi oleh Pangdam IV Diponegoro.

Dalam evaluasinya, Mayjen TNI Mohamad Effendi menjelaskan sekaligus mengingatkan bahwa Kodam IV Diponegoro memiliki program dari Mabes TNI selaku pengguna kekuatan untuk melaksanakan latihan pengamanan Pemilu (Pilpres dan Pilleg). Tugas TNI dalam pengamanan Pemilu nanti adalah membantu Polri, sehingga dalam latihan ini harus melibatkan Polri.

“Tidak mungkin kami melakukan latihan sendirian, sehingga dengan adanya Kepolisian dapat diperagakan bagaimana bantuan pengamanan itu dilakukan,”  jelasnya.

“Saya melihat para prajurit melaksanakan latihan dengan semangat, terlihat saat pentung-pentungan tadi. Pada saatnya nanti mungkin tidak sampai seperti itu, tapi juga bisa lebih besar, sehingga alat perlengkapan harus disiapkan betul,” lanjut Pangdam.

Menurutnya, latihan bersama ini merupakan sarana untuk mengingat kembali proses komando dan pengendalian dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu, karena secara teknis Kepolisian sudah dilatih, dan bagaimana mengatasi huru-hara, prajurit Kodam juga sudah terlatih.

“Latihan ini untuk menggambarkan bagaimana mekanisme dilapangan, sehingga pada saat kejadian nanti tidak terjadi miskomunikasi dan miskomando pegendalian,” ujarnya.

Pangdam berharap dengan gambaran tersebut, para prajurit TNI yang terlibat pengamanan agar mengikuti perintah yang ada. “Biasakan bila sudah dilapangan ikuti komando lapangan, dalam hal ini Polri. Bila masih ada yang belum sempurna atau perlu disempurnakan, masing-masing agar disempurnakan dan cek kembali alat perlengkapan dan personel selesai latihan,” tandas Pangdam.

Dalam kegiatan simulasi tersebut juga dihadiri Danrindam IV Diponegoro, Kolonel Inf Amrin Ibrahim, Asops Kasdam IV Diponegoro, Kolonel Inf Denny Fardany, Dandim 0733 BS/Semarang, Letkol Kav Zubaedi, serta para pejabat yang terlibat baik dari Kodam IV Diponegoro, Polda maupun KPU. (Nining)

 

Biro Semarang

Comments

comments