Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Nasional » Jawab Perpecahan Organisasi, API Mulai Konsolidasi Tentukan Sikap
  • Follow Us!

Jawab Perpecahan Organisasi, API Mulai Konsolidasi Tentukan Sikap 

BERITA JAKARTA – Perpecahan yang terjadi disejumlah organisasi advokat di Indonesia, membuat sejumlah pengacara resah. Akhirnya, sejumlah pengacara yang tergabung dalam Asosiasi Pengacara Indonesia (API) yang sudah berdiri sejak tahun 2015, mulai akan melakukan konsolidasi dan menentukan sikap.

Kepada Beritaekspres.com, Sekjend DPP API Pangihutan Blasius Haloho mengatakan, API hadir sebagai ruang baru untuk advokat mengekspresikan diri dan sekaligus memperjuangkan hak-haknya. Karena API memandang, selama ini organisasi advokat yang ada di Indonesia hanya mengedepankan kepentingan kelompoknya masing-masing.

“Pramunas 2 ini kami akan melakukan konsolidasi untuk menentukan sikap kedepannya akan melakukan apa. Nanti akan ada sejumlah rencana. Salah satunya, sebagai wadah melahirkan advokad yang sesuai dengan tujuan organisasi advokat. Karena advokat adalah profesi yang mulia,” kata Blasius dalam Pramunas API di Jakarta, Jumat (8/2/2019),

Dijelaskan Blasius, organisasi advokat yang ada di Indonesia saat ini tidak melindungi anggotanya. Padahal, para advokat telah memberi kontribusi yang besar untuk organisasi tersebut. “Karena dasar itulah API hadir untuk menjawab seluruh persoalan,” tegasnya.

Selain itu, kata Blasius, ada rencana API untuk memudahkan masyarakat yang tidak mampu yang terkena kasus hukum di daerah. Karena selama ini, masyarakat di daerah terpencil sering kebingungan ketika menghadapi masalah hukum.

“Kita nanti kan ada DPC yang akan membantu. Kita punya DPC di daerah Banten, Pontianak, Ambon, Cilacap dan Flores. Saat ini anggota kita juga sudah ada sekitar 150 advokat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Antar Lembaga API, Deolipa Yumara berharap organisasinya dapat membuat para advokat bersatu kembali. Selain itu, dia juga berharap API dapat menjadi organisasi advokat yang berkualitas. “Harapannya, nanti API bisa menjadi benang merah jembatan organisasi pengacara, agar bisa saling bersatu kembali,” katanya.

Hal senada juga dikatakan salah seorang peserta pramunas API, Eben Eser Ginting. Menurutnya, perpecahan ditubuh organisasi advokat yang ada di Indonesia sudah tidak terkontrol lagi yang mengakibatkan para anggota tidak memperoleh haknya.

“Sehingga munculnya API ini adalah bentuk dari jawaban setiap orang yang merasa advokat, guna memperoleh hak-haknya yang lebih lanjut dalam hal organisasi,” pungkasnya. (Yon)

Comments

comments