Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, April 25, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Green Lake Jatiasih Disoal Marwina dan Suami Batal Boking Fee
  • Follow Us!

Green Lake Jatiasih Disoal Marwina dan Suami Batal Boking Fee 

BERITA BEKASI – Warga Jatiasih, Marwina bersama suami mengaku batal rencana mau memberikan boking fee di Perumahan Hadez Sentosa Residence Jatiasih milik pengembang PT. Hadez Graha Utama (Hadez Group) yang berlokasi di Jalan Cikunir Raya RT001/RW013, Kelurahan Jatiasih, Kota Bekasi. Hal itu diungkapkan Marwina, menyusul ramainya persoalan perizinan hingga penyeggelan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Kalau ngak salah tadinya namanya Hadez Sentosa Risidence, kalau sekarang namanya sudah ganti menjadi Green Lake Jatiasih Central City, karena dilokasinya sama yang menawarkan rumah mewah 2 lantai mulai harga Rp600 juta sampai Rp1 miliaran,” terang Marwina kepada Beritaekspres.com, Jumat (8/2/2019).

Tapi sekarang sambung Marwina, lokasi lahan itu disegel karena belum mengantungi izin dari Pemerintah setempat. Bahkan baru tahu kalau ternyata juga bermasalah dengan warga sekitar. “Kalau pengolahan lahannya aja belum ada izin, gimana dengan izin rencana pembangunan Perumahannya,” kata Marwina.

Oleh karena itu lanjut Marwina, ia bersama suami sepakat untuk membantalkan rencana akan memberikan boking fee untuk Green Lake Jatiasih. “Khwatir persoalannya ngak selesai-selesai mending kita batalkan aja,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi kembali melakukan penyeggelan terhadap lokasi Perumahan Green Lake Jatiasih Central City milik PT. Hadez Graha Utama yang berlokasi di Jalan Cikunir Raya, Kelurahan Jatiasih, Kota Bekasi, setelah sebelumnya segel peringatan pertama dibongkar paksa.

Kepada Beritaekspres.com, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi, Cecep Suherlan mengatakan, penyeggelan kedua ini hasil rapat koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi.

“Iya kita segel lagi atau dihentikan kegiatan pematangan dilokasi lahan. Kalau perumahannyakan dalam hal ini developer mereka belum membangun. Penertipan ini, kita libatkan Polisi dan TNI,” terang Cecep.

Ketika ditanya kalau terjadi segel kembali dibongkar paksa pihak oknum pengembang seperti yang terjadi pada penyeggelan peringatan pertama sebelumnya, Cecep menjawab, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan membawa persoalan tersebut kepada pihak Kepolisian.

“Kalau segel kedua kali ini kembali mereka bongkar pastinya kita akan segera laporkan kepada pihak Kepolisian dengan membawa bukti-bukti yang ada,” tandasnya. (Ind/Ndi)

Comments

comments