Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juni 16, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Pengelola Exis Spa Men’s Healt Bantah Sediakan Prostitusi
  • Follow Us!

Pengelola Exis Spa Men’s Healt Bantah Sediakan Prostitusi 

BERITA BEKASI – Pengelola Spa Men’s Healt yang berlokasi di Ruko Sentral Niaga Kalimalang Blok A2, No.14, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, membantah jika pihaknya menyediakan secara legal pijat plus – plus atau prostitusi berkedok Spa. Hal itu diungkapkan, Karin (35) terkait kabar buruk yang menimpa tempat usaha yang baru dikelolanya itu.

“Usahanya sama dengan usaha Spa yang lain, Spa dan Massage. Ada juga Cafe untuk santai bagi para tamu ngak ada plus-plus lain seperti yang dibesar-besarkan,” kata Karin kepada Beritaekspres.com, Selasa (29/1/2019).

Menurut Karin, kabar yang menimpa tempat usaha yang baru 5 bulan dikelolanya itu merupakan hal biasa dalam persaingan usaha. Terlebih lagi, usaha yang bersifat pelayanan bidang kesehatan seperti pedicure, manicure, facial atau body massage. Pijatan lembut yang meregangkan otot, sehingga lebih rileks.

“Ya, Spa memang dapat bermanfaat untuk mengurangi dan bahkan menghilangkan stress kita. Cela-cela negatif bagi oknum yang memiliki tujuan tertentu memang bisa mendiskreditkan usaha atau tempat seperti Spa Men’s Healt yang saya kelola ini,” katanya.

Jika memang sambung Karin, ada pihak yang menemukan sesuatu yang diluar dari ketentuan kami selaku pihak pengelola Spa Men’s Healt, tentunya akan mengambil tindakkan tegas baik itu tamu atau konsumen juga pekerjanya karena pihak pengelola tidak menginginkan hal itu.

“Ya..namanya tempat usaha seperti ini ada juga konsumen yang nakal, dia yang memulai nanti dia juga yang membuat kabarnya jadi ramai seperti sekarang,” sindir Karin.

Meskipun begitu tambah Karin, pihaknya selaku pengelola tetap mengawasi dan terus memberikan bimbingan terhadap para pekerjanya agar tidak mudah dipengaruhi hal-hal negatif yang membuat nama baik tempat usaha dimana mereka bekerja menjadi buruk.

“Ini merupakan pelajaran yang berarti buat kita selaku pengelola agar lebih meningkatkan pengawasan dan bimbingan untuk menghindari hal negatif. 5 tahun pengelaman saya bidang usaha seperti persoalannya ya sama ngak beda,” pungkas Karin. (Edo)

Comments

comments