Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Juli 18, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Rumah Warga di Bekasi Terdampak Proyek Tol Waskita Roboh
  • Follow Us!

Rumah Warga di Bekasi Terdampak Proyek Tol Waskita Roboh 

BERITA BEKASI – Setelah sempat menolak tawaran ganti rugi sebesar Rp1 juta dari pihak PT. Waskita (WK) sebagai pelaksana pekerjaan proyek Jalan Tol Cibitung-Celincing, rumah salah satu warga, Neran (84) yang berlokasi di Kampung Pangkalan RT01/RW007, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya roboh, Senin (28/1/2019).

Robohnya, dinding rumah milik sang kakek yang sudah berusia lanjut itu, karena sudah tidak kuat lagi berdiri atau menahan akibat keretakan dampak dari pekerjaan proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing yang dikerjakan pihak PT. Waskita.

Informasi yang diterima, ganti rugi yang diberikan pihak PT. Waskita Karya terhadap warga berkisar Rp700 ribu hingga Rp1 juta per-Kepala Keluarga (KK). Dari 90 KK yang ada, dua warga yang masih menolak ganti rugi dari PT. Waskita Karya, termasuk kakek Neran.

“Harusnya pihak PT. Waskita Karya mengestimasi kerusakan rumah warga yang terdampak. Masa ganti rugi dipukul rata, sementara tingkat kerusakan rumahnya beda,” kata salah satu anak Neran Zoni kepada Beritaekspres.com, Senin (28/1/2019).

Foto Sebelum Roboh

Dikatakan Zoni, kami sekeluarga tidak ada niat mau cari kesempatan atau mencari untung dari pihak PT. Waskita Karya. Namun, kalau dirasakan dari nilai ganti rugi yang ditawarkan itu, sangat merugikan keluarganya, karena harus menomboki renovasi yang dinilai cukup parah.

“Bayangkan rumah orang tua saya separah itu keretakannya cuma Rp1 juta mau sampai kemana buat tukang aja mungkin udah ngak cukup dan harus beli material lagi,” ungkapnya.

Dilanjutkan Zoni, kerusakan rumah orangtuanya bukan akibat alam yang kami harus menerima dan memaklumi, tapi akibat pekerjaan proyek pembangunan Jalan Tol. Pihak swasta jangan cuma mikiri keuntungan usahanya, tapi kami selaku warga masyarakat yang terdampak disini dirugikan.

“Keluarga kami, bukan termasuk keluarga yang punya kemampuan lebih dari sisi ekonomi, tapi hanya cukup untuk makan. Jadi, tolonglah pihak PT. Waskita Karya mengerti begitu juga dengan Pemerintah setempat pikirkan nasib keluarga kami,” pungkasnya. (Indra)

Comments

comments