Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Kriminal » Polisi Bekuk Penipu Catut Nama Presiden, Yenny Wahid dan Harry Tanoe
  • Follow Us!

Polisi Bekuk Penipu Catut Nama Presiden, Yenny Wahid dan Harry Tanoe 

BERITA JAKARTA – Tim Unit 3 Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ) membekuk pelaku penipuan yang mengaku berasal dari Yayasan milik Yenny Wahid dan Harry Tanoesoedibjo.

Dalam aksinya, pelaku dengan inisial ISP menyebar informasi melalui media sosial bisa membantu peminjaman uang untuk usaha kecil sebesar Rp15 juta dari kedua Yayasan tersebut.

Menariknya, dalam informasinya pelaku juga menyebut pinjaman tak perlu dikembalikan apabila Joko Widodo kembali memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Pelaku menyebutkan informasi seperti itu untuk menarik perhatian para calon korbannya melalui media sosial,” terang Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/1/2019).

Dikatakan Argo, para korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku untuk disurvei tempat usahanya. Begitu tiba di tempat usaha korban, pelaku kemudian memfoto usaha para korbannya dengan dalih memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pinjaman.

Setelah selesai, pelaku pun meminta uang administrasi sebesar Rp500,000 sampe Rp650.000 kepada korban dengan dalih biaya administrasi dan menjanjikan pinjaman cair akhir Desember 2018,” ungkap Argo.

Namun sambung Argo, hingga lewat waktu yang dijanjikan ternyata pinjaman yang ditunggu para korban tak kunjung didapati. Oleh karena itu, korban akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

“Dari laporan tersebut petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku di rumahnya, di Kawasan Pulogadung pada Jumat 25 Januari 2019 malam,” jelas Argo.

Dari tangan pelaku petugas juga menyita barang bukti kwitansi, kartu ATM, KTP, dan KK sebagai barang bukti.

“Dari hasil penyelidikan diketahui sudah ada 14 orang yang jadi korban penipuan pelaku. Uang hasil menipu para korban sebanyak sebesar Rp10 juta sudah habis untuk keperluan hidup pelaku,” kata Argo.

Untuk itu tambah Argo, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP. “Tentang Penipuan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya. (Yon)

Comments

comments