Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Februari 17, 2019
Halaman Home » Entertainment » Walikota Bekasi Hadir, Pemutaran Perdana Film TC Dibanjiri Penonton
  • Follow Us!

Walikota Bekasi Hadir, Pemutaran Perdana Film TC Dibanjiri Penonton 

BERITA BEKASI – Penonton pemutaran perdana film “Terima Kasih Cinta” atau TC membludak memadati bioskop XXI Giant Mall Kota Bekasi, Jawa Barat. Antusiasme itu, bukanya hanya datang dari kalangan pengawai Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, tapi juga dikalangan masyarakat pun, tak ingin ketinggalan,” Kamis (17/1/2019) sore.

Film TC diambil dari kisah nyata gadis belia, Eva Meliana Sari yang diperankan, Putri Malino diadaptasi dari novel berjudul 728 hari karya, Djono Oesman. Eva dalam kisahnya, berjuang melawan penyakit Lupus yang menyerang kekebalan tubuh dan terus optimis melewati masa remaja bersemangat hidup.

Film TC menjadi daya tarik tersendiri dan masuk menjadi isu politik, karena film TC diproduseri oleh putri Walikota Bekasi, Ade Puspitasari yang juga Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Golkar Nomor Urut 2 Provinsi Jabar, Dapil VIII Kota Bekasi dan Kota Depok.

Putri Walikota Bekasi lainnya, Bunga Jasmine Azalea juga ikut memerankan sebagai adik Eva. Putra bungsu Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, yaitu AZ Bintang Kamil juga ikut menjadi ‘bintang’ berperan sebagai adik bungsu, Eva.

Polemik yang sempat muncul pro dan kontra dalam dunia Entertaiment justru malah menjadi sarana promosi gratis melambungkan film “Terima Kasih Cinta” (TC) untuk menjadi tontonan epik drama yang akan mengaduk – aduk emosi penonton dan hujan air mata.

Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo menanggapi, ditengah kehausan tontonan yang mengedukasi dan industri perfilman nasional lesu, sebagai warga Bekasi seharusnya bangga dan mengapresiasi kehadiran film drama keluarga TC. Wajah wilayah Kota Bekasi masa kini akan terlihat dalam film tersebut.

“Kota Metropolitan sedang ini akan semakin dikenal dan terus menjadi tujuan investor . Bukan dikenal karena seringnya di bully keburukannya namun juga mampu melesat menjadi kota maju dan kreatif,” kata Didit ketika dihubungi Beritaekspres.com, Jumat (18/1/2019).

Dikatakan Didit, Kota Bekasi yang minim destinasi pariwisata, harus mampu mengimbangi tuntutan hiburan yang mengedukasi salah satunya ikut berperan mendorong industri perfilman. Jika film ini mampu merenggut konsumen film, secara tidak langsung Kota Bekasi makin terangkat baik nasional bahkan internasional.

“Pro dan kontra dalam era digital informasi itu biasa, tapi untuk terus kreatif dan keren itu perlu terobosan yang luar biasa. Jangan nyinyir terus, Nyok nonton sekaligus refreshing cari hiburan,” pungkasnya. (Ind/Ndi)

Comments

comments