Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 18, 2019
Halaman Home » Hukum » Kejagung Terima SPDP Penyebar Hoax Surat Suara 7 Kontainer
  • Follow Us!

Kejagung Terima SPDP Penyebar Hoax Surat Suara 7 Kontainer 

BERITA JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas nama tersangka, Bagus Bawana Putra terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks tentang adanya kabar 7 kontainer surat suara yang tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

“Betul kita sudah menerima SPDP pada 3 Januari 2019 dari penyidik Bareskrim Mabes Polri,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung kepada Beritaekspres.com, Jumat (11/1/2019).

Dijelaskan Mukri, setelah menerima SPDP maka Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung menerbitkan surat perintah penunjukkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengikuti perkembangan penyidikan dan meneliti hasil penyidikan berupa berkas perkara. “Namun saat ini, kita masih menunggu pengiriman berkas perkara dari penyidik Mabes Polri,” jelasnya.

Sebelumnya sambung Mukri, tim penyidik Mabes Polri telah menetapkan tersangka bernama Bagus Bawana Putra yang diduga telah melakukan penyebaran hoaks di media social.

“Tersangka yang tinggal di Bekasi dan ditemukan pada tanggal 7 Januari 2019 di Sragen Jawa Tengah, oleh tim siber Bareskrim Bagus Bawana Putra disebut membuat dan menyebarkan rekaman ke sejumlah platform media sosial seperti Twitter dan aplikasi WhatsApp Group,” ulasnya.

Diketahui, Bagus telah menyebarkan hoax melalui akun twitternya @bagnatara1 pada 1 Januari 2019, cuitannya itu berupa “Ada info, katanya di Tanjung Priuk ditemukan 7 kontainer berisi kertas suara yang sudah  tercoblos gambar salah satu Paslon..

Atas perbuatannya tambah Mukri, Bagus Bawana Putra dikenakan Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana lantaran sengaja menyiarkan berita bohong. “Yang bersangkutan, terancam dihukum maksimal 10 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (Bambang)

Comments

comments