Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 18, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Era Industri 4.0 Diperlukan Skill dan Speed Hadapi Dinamika Ancaman
  • Follow Us!

Era Industri 4.0 Diperlukan Skill dan Speed Hadapi Dinamika Ancaman 

BERITA SEMARANG – Era industry 4.0 sebagai pelaku dan pengguna teknologi harus memiliki skill (kemampuan) dan speed (kecepatan) agar dapat mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempermudah pelaksanaan tugas. 

Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Arh Zaenudin menyampaikan, jaringan komunikasi yang sudah tergelar dan terbuka lebar harus bisa diberdayakan secara maksimal, sehingga dapat memperpendek ruang, jarak dan waktu agar informasi yang disajikan selalu valid dan uptodate.

“Personel penerangan harus bisa menggunakan kecerdasan intelegensi dan emosionalnya yang dilandasi kemauan untuk beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi guna mendukung tugas pokok. Terlebih Pendam merupakan corong Kodam dalam menyampaikan informasi kepada prajurit, PNS dan keluarganya maupun kepada masyarakat luas,” kata Kapendam di hadapan prajurit dan PNS Pendam IV Diponegoro, saat jam Komandan mengawali tahun kerja 2019 yang berlangsung di Aula Pendam IV Diponegoro, Jum’at (11/1/2019).

Menurut lulusan Akmil 1996 itu mengatakan, skill harus terus diasah dan ditingkatkan khususnya dalam hal penguasaan IT (Information Technology). Pendam dalam melaksanakan tugasnya tidak bisa dipisahkan dengan teknologi informasi, mulai dari proses peliputan, publikasi dan dokumentasi.

“Harus disadari bahwa melalui teknologi informasilah kita dapat menyajikan informasi yang valid dan uptodate sekaligus dapat monitor dan menangkal berita yang tidak benar (HOAX),” ungkap dia. 

“Bagaimana mungkin kita bisa menyajikan informasi yang valid dan uptodate serta dapat menangkal berita HOAX kalau kita sendiri tidak mampu menggunakan teknologi informasi,” tambahnya.

Sementara speed sangat diperlukan untuk menangkal HOAX yang ditimbulkan oleh pihak-pihak tertentu agar tidak segera memframe opini masyarakat. “Jangan sampai terjadi hipperrealitas, dimana kebenaran media diatas kebenaran realita,” tegas Kapendam.

Meskipun sajian berita media tersebut salah (HOAX), lanjutnya, namun karena masifnya dalam pemberitaan maka berita yang salah bisa dianggap sebagai suatu kebenaran. Bila hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangkal, tentu akan membahayakan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

“Insan penerangan harus bisa menangkal HOAX dengan memberikan informasi melalui pemberitaan yang didasari oleh data dan fakta secara cepat”, imbuhnya.

Kapendam berharap, seluruh anggota Pendam memiliki kemauan untuk mengasah dan meningkatkan skill-nya agar kedepan dapat bertindak cepat dalam menyajikan informasi sekaligus menangkal informasi yang merugikan TNI, TNI AD khususnya Kodam IV Diponegoro.

Hadir dalam jam Komandan, Waka Pendam IV Diponegoro, Letkol Kav Susanto, para Kasi dan seluruh anggota Pendam IV Diponegoro. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments