Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Juni 20, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Polres Karimun Klarifikasi Kasus Pengeroyokan Oknum BC Kepri
  • Follow Us!

Polres Karimun Klarifikasi Kasus Pengeroyokan Oknum BC Kepri 

BERITA KARIMUNPolres Karimun gelar klarifikasi melalui mediasi terkait peristiwa penganiayaan yang dilakukan oknum Pengawai Harian Lepas (PHL) atau Plontir di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun berinisial W yang terjadi dilokasi Tempat Hiburan Malam (THM) “Satria Karaoke & PUB pada Minggu 6 Januari 2019 lalu.

Dalam mediasi dan klarifikasi bersama keluarga korban, Ermin Anwar, warga Perumahan Sedayu, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Tanjung Balai Karimun, Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya didampingi Wakapolres Kompol Gima dan Kasat Reskrim, AKP Lulik Febyantara.

Dalam kesempatan itu, AKP Lulik Febyantara memaparkan, bahwa berdasarkan hasil introgasi terhadap tersangka W sudah mengakui perbuatannya telah memukul korban dengan gelas ditempat hiburan malam Satria Karaoke & PUB.

Selain itu, pihaknya juga telah memintai keterangan terhadap 7 orang saksi baik dari pihak korban, pelaku dan pemilik tempat hiburan malam. Namun pasal yang sesuai dengan laporan korban tentang pengeroyokan masih terkendala.

“Karena menurut salah satu saksi, Uci menerangkan bahwa pelaku kedua memukul korban setelah beberapa saat kejadian, sehingga ada jeda waktu saat pemukulan, bukan bersamaan,” terangnya.

Sementara, Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menjelaskan, kendala yang akan dihadapi jika diterapkan penjeratan Pasal 170 terhadap tersangka, maka pihak Kejaksaan akan menolak Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilimpahkan karena alasan sesuai dari penuturan para saksi pada saat BAP.

 Kepada Beritaekspres.com, salah satu pihak keluarga korban Herman mengatakan, dirinya berharap agar aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian agar tanggap dan sigap dalam menangani kasus jika ada laporan dari masyarakat sehingga masyarakat yang menjadi korban tidak kecewa akan pelayanan Kepolisian,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Terkait kasus yang menimpa keluarganya Herman mengatakan, pihaknya selaku keluarga mempercayakan sepenuhnya kepada pihak Polres Karimun sesuai supermasi hukum yang berlaku. Siapapun oknum yang terlibat dalan kasus ini juga agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kita percayakan dan harap agar Polres Karimun segera mengungkap kasus ini. Siapapun yang terlibat, harus diproses. Agar tidak ada perbedaan dimata hukum,” pungkasnya.

Dalam pertemuan itu, pihak keluarga korban Herman turut didampingi Ketua Front Pemuda Bugis Karimun (FPBK), Muhammad Ilham, Ketua PATRON Kabupaten Karimun Andi Acok dan juga selaku Pimpinan FBHI Karimun, Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB), Datuk Azman Zainal, Tokoh Masyarakat Pelipit, Normansah serta beberapa tokoh lainnya juga memberikan masukan kepada Kapolres Karimun.

Masukan yang disampaikan, agar kejadian yang menimpa adiknya tersebut tidak terulang kembali terhadap warga sipil lainnya dikemudian hari nanti. Diharapkan kepada  Kepolisian selaku aparat penegak hukum agar tanggap dan sigap dalam menangani kasus jika ada laporan dari masyarakat sesuai dengan tugas pokok Polri sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. (SM)

Biro Karimun

Comments

comments