Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Juni 20, 2019
Halaman Home » Hukum » Kejagung Tangkap Tersangka Pemeras Direktur PT. CWB
  • Follow Us!

Kejagung Tangkap Tersangka Pemeras Direktur PT. CWB 

BERITA JAKARTA – Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dibantu Tim Intelijen dan Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Jawa Timur, berhasil menangkap tersangka RTU yang menyalah gunakan wewenang dan pemerasan. RTU ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB di Perum Gunung Sari Indah Blok AZ 29 RT011/RW008, Keluruhan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/1/2019).

“Tersangka RTU selaku Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK di PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang atau pemerasan terhadap Direktur PT. Cipta Wisesa Bersama,” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri kepada Beritaekspres.com, Kamis (10/1/2019).

Dikatakan Mukri, penangkapan terhadap tersangka RTU oleh Tim Kejaksaan, telah memenuhi ketentuan Pasal 16 ayat (2) KUHAP berbunyi “Untuk kepentingan penyidikan, penyidik berwenang melakukan penangkapan”.

“Dan, dalam Pasal 17 KUHAP berbunyi “Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup,” jelas Mukri.

Kini tersangka sambung Mukri, sudah dititipkan sementara di Rutan Kelas I Surabaya Cabang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Dan pada hari Rabu 9 Januari 2019 sekitar pukul 05:00 WIB, penyidik membawa  tersangka RTU ke Jakarta dengan menggunakan pesawat tujuan Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten dan tiba di Gedung Bundar Kejaksaan Agung. 

Setelah selesai lanjut Mukri, penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka RTU, dengan mempertimbangkan syarat obyektik dan subyektif penahanan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1), (4) KUHAP, karena  tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari 5 tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana.

“Tersangka, RTU ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 hari terhitung mulai tanggal 9 Januari 2019 sampai dengan 28 Januari 2019,” ungkapnya.

Tersangka RTU tambah Mukri, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 421 KUHP. (Bambang)

Comments

comments