Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, September 18, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » Pleno Ulang Ketua PPK Bekasi Timur Bearoma Money Politics
  • Follow Us!

Pleno Ulang Ketua PPK Bekasi Timur Bearoma Money Politics 

BERITA BEKASI – Diduga pleno ulang untuk Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipaksakan salah satu oknum Anggota PPK Bekasi Timur yang mendapatkan 3 suara menjadi Ketua PPK Bekasi Timur, Selasa (8/1/2019) kemarin.

Pleno ulang untuk pemilihan Ketua PPK itu bermula dari adanya pembahasan pembagian Devisi PPK Bekasi Timur yang tiba-tiba muncul ide untuk membuat Pleno Ulang untuk Ketua PPK Bekasi Timur, dengan alasan agar mendapatkan “duit dari Caleg”.

Tergiur dengan rencana itu, 2 orang Anggota PPK Bekasi Timur lainnya pun ikut mendukung meski tidak ada perintah secara tertulis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi untuk diadakannya Pleno Ulang Ketua PPK sejak adanya penambahan 2 Anggota PPK yang diputuskan MK.

Kepada Beritaekspres.com, salah satu Komisioner PPK Bekasi Timur, Jiovanno, membenarkan adanya Pleno Ulang yang dilakukan oleh 3 Anggota PPK yang diawali dari obrolan untuk pembagian Divisi, tiba-tiba muncul ide dari salah satu Anggota PPK untuk bisa mengamankan suara salah satu Caleg.

“Awalnya kita kumpul ngobrol aja di halaman Masjid. Tau-taunya jadi Rapat Pleno. Untuk ajakan Pleno Ulang ada, termasuk keluar bahasa untuk cari uang dari Caleg juga ada. Jadi yang 2 lagi Anggota PPK yang baru jadi tergiur dan akhirnya Pleno Ulang untuk Ketua PPK,” ungkap Jiovanno, Rabu (9/1/2019).

Dikatakan Jiovanno, semua menerima keadaan yang terjadi di PPK Bekasi Timur. Pasalnya, untuk oknum PPK Bekasi Timur, dinilai sudah tidak netral dan berpihak kepada Caleg, bukan hanya dilakukan untuk Pleno Ulang Ketua PPK.

“Sebelumnya juga sudah beredar foto Anggota PPK Bekasi Timur, Kusnadi duduk berduan dengan Caleg Provinsi dari Partai Golkar. Walaupun dirinya, tidak mengetahui ada pembahasan, namun tidak perlu adanya Pleno Ulang Ketua PPK yang diinisiasikan Kusnadi, kalau benar-benar netral,” sindirnya.

Namun, Anggota PPK dan beberapa PPS di Bekasi Timur juga menjadi korban karena ulah oknum PPK yang menunjukan keberpihakan kepada Caleg. Hal itu, terlihat adanya kontra Anggota PPK lainnya disaat jalan-jalan ke Purwakarta untuk liburan namun diselipkan dengan adanya Caleg dari PAN.

“Mungkin sudah ada komitmen dengan Caleg, makanya ingin banget jadi Ketua PPK lagi dengan mengadakan Pleno Ulang. Apalagi, ada anggota PPK Bekasi Timur, juga pegawai Kecamatan, namun tidak bisa berbuat netral juga. Saya jadi bingung,” kata Jiovanno.

“Waktu ke Purwakarta, saya taunya liburan dengan PPS. Waktu itu Sekretariat PPK, Bu Sekcam juga tau kita mau liburan dan malah dikasih tambah ongkos. Tapi, pas berangkat kesana ada Anggota PPK dan PPS naik semobil sama Caleg. Kalau saya bawa mobil sendiri bareng PPS Bekasi Jaya untuk liburan di Purwakarta,” tambahnya.

Kedepan lanjut Jiovanno, dirinya dengan Anggota PPK Bekasi Timur lainnya yang netral, tetap akan fokus pada Undang-Undang Pemilu 2019 dan bekerja sesuai tahapan. Sedangkan untuk PPK Bekasi Timur yang tidak netral, dirinya tidak bisa berbuat banyak.

“Kalau saya dan teman saya Syamsul, tetap menjaga integritas dan tidak berpihak kepada Caleg. Namun, kalau untuk tidak netral dan sudah ada komitmen dengan Caleg, saya pikir ada Penegak Hukum. Mereka tidak akan tidur. Ada suap, ya ada hotel prodeo siap menanti kedatangan tamu,” pungkasnya. (De/Mul)

Comments

comments