Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Desember 19, 2018
Halaman Home » Berita Daerah » 17 Truk Batu Hasil Iuran Warga Pandeglang Didistribusikan
  • Follow Us!

17 Truk Batu Hasil Iuran Warga Pandeglang Didistribusikan 

BERITA PANDEGLANG – Hasil galang dana yang dilakukan warga Kecamatan Sindangresmi guna memperbaiki jalan rusak didistribusikan, Rabu (5/12/2018) kemarin. Dana yang terkumpul dari para dermawan sebesar Rp13.662.000 rupiah dan beberapa dermawan menyumbang barang berupa batu sebanyak 4 truk. Penggalangan dana ini dilakukan selama 10 hari sejak, Senin (26/11/2018) lalu.

“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat setempat maupun yang di luar Sindangresmi yang telah membantu perbaikan Jalan Cibaregbeg yang terletak di Desa Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang-Banten,” kata Koordinator FKPPL, Yogi Iskandar kepada Beritaekspres.com, Kamis (6/12/2018).

Dijelaskan Yogi, sumbangan berupa uang itu sudah dibelanjakan bahan material batu sebanyak 13 truk dan sudah dipasang warga secara gotong royong. “Semuanya ada 17 truk, termasuk bantuan dermawan yang langsung berupa batu diluar dari yang kita belanjakan,” ulasnya.

Dilanjutkan Yogi, selama penggalangan dana panitia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Peduli Lingkungan (FKPPL) mengumpulkan iuran dengan cara datang ke rumah-rumah warga, mengajak iuran tanpa menentukan besar atau kecilnya nominal yang diberikan.

“Panitia juga tidak memaksa warga untuk iuran, galang dana ini murni dari sukarelawan dan dermawan yang berkenan saja,” jelasnya.

Panitia juga sambung Yogi, hanya menggalang dana dari warga yang terjangkau alias warga yang tinggal di tiga desa terdekat yaitu Desa Sindangreami yang dikoordinatori oleh Ahmad Fauzi, Desa Pasirlancar oleh Sadik dan Desa Campakawarna oleh Dani. Selebihnya, open donasi dengan mengumumkan di media sosial.

“Panitia telah menutup donasi dari siapapun yaitu terahir Rabu (5/12/2018) pukul 16.00 WIB. Sedangkan dalam upaya transparansi, masyarakat bisa datang langsung ke panitia untuk melihat data pengeluaran,” kata Yogi.

Seharusnya tambah Yogi, ada tindaklanjut dari Pemerintah untuk memaksimalkan jalan tersebut karena kondisi jalan rusak parah masih perlu penyangga berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) dan drainase. “Kami hanya bisa elus dada kalo Pemerintah masih tidak mau memerhatikan jalan tersebut,” pungkasnya. (CR-2)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments