Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, November 17, 2019
Halaman Home » Hukum » Gugatan PUPR, Arifin: Tergugat Diminta Buktikan Dalil Hukumnya
  • Follow Us!

Gugatan PUPR, Arifin: Tergugat Diminta Buktikan Dalil Hukumnya 

BERITA JAKARTA – Sidang gugatan terhadap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diajukan Arifin di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, masih terus berlanjut, Rabu (28/11/2018) terkait penerbitan SK Nomor: 401/KPTS/M/2018 yang dikeluarkan tanggal 26 Juni 2018 oleh Menteri PUPR tentang pemberhentian sepihak dari jabatannya sebagai Kepala Satuan Kerja (Satker) SNVT penyediaan Perumahan Kalimantan Utara (Kaltara).

Sidang kali ini, pemeriksaan saksi dari penggugat yang menghadirkan saksi, Alimin tenaga ahli di tingkat Kabupaten. Dalam keterangannya saksi mengatakan, semenjak Arifin (penggugat) menjabat sebagai Kepala Satker seluruh pekerjaan yang dikerjakannya selalu tepat waktu. “Itulah yang saya tahu tentang penggugat (Arifin) semenjak dari Kepri sampai ke Banten,” terang saksi.

Dalam kesempatan itu, pihak tergugat pun akan mengajukan bukti tambahan kepada Majelis hakim, berupa tulisan yang menyatakan, ada seorang wanita yang berfoto dengan penggugat. Namun Majelis hakim menyarankan kepada tergugat untuk menunjukan foto sesuai fakta jangan hanya berupa tulisan,” pesan Majelis.

Kepada Beritaekspres.com terkait bukti foto tersebut, Arifin menjelaskan, dirinya pernah di panggil Sekjen karena ada surat kaleng yang masuk, namun menurut Arifin pengirim surat kaleng tersebut tidak jelas dan dirinya pun minta orangnya yang ada difoto itu untuk dihadirkan.

“Supaya semuanya jadi transparan dan jelas. Namun setelah dicak oleh bu Sekjen semua itu tidak benar hoax dan fitnah. Waktu saya mendapat surat itu, saya bertugas di Tarakan,” kata Arifin, Jumat (30/11/2018).

Persoalan ini sambung Arifin, sewaktu dirinya masih menjabat dan bertugas di Tanjung Pinang karena ada orang yang mau masuk dan berambisi untuk menggantikan posisinya dengan cara bermain yang akhirnya berhasil melengserkan dirinya dari Tanjung Pinang.

“Terus saya dipindahkan ke Tarakan. Sebenarnya orang yang menggantikan saya itu juga bermasalah karena ada permainan, sehingga orang tersebut bisa menjabat dan saya yang digeser ke Tarakan,” ungkapnya.

Tak cukup sampai disitu tambah Arifin, di Tarakan pun dirinya juga mendapatkan surat kaleng yang macam-macam tentang dirinya seperti yang pernah terjadi di Tabjung Pinang.

“Saya dibilang kurang harmonis pegang senjata menodong orang inspektorat menodong orang PU , tapi saya minta semua itu untuk dibuktikan, siapa yang pernah saya todong saya berbicara didepan Meneteri dan saya siap dipecat dari ASN bukan dari Kasatker saja,” pungkas Arifin. (Bambang)

Comments

comments