Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Februari 18, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Dari Usia 6 Tahun Bapak Bejat Tega Cabuli Putri Kandugnya
  • Follow Us!

Dari Usia 6 Tahun Bapak Bejat Tega Cabuli Putri Kandugnya 

BERITA BANYUWANGI Penyidik Satreskrim Polres Banyuwangi menetapkan Poniman Halimsanto (32) jadi tersangka. Pria yang tinggal di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur, ini tega mencabuli putri kandungnya sendiri yang masih belia.

Dugaan tindak asusila itu, kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi, dilakukan pelaku sejak 2013 silam. Sang ayah mengancam hendak memukuli putrinya, NR, jika menolak diajak tidur. Lantaran takut akhirnya korban terpaksa menuruti tekanan tersangka.

“Pernah aksi tak pantas itu dalam sebulan dilakukan dua kali dengan durasi waktu tiap dua pekan. Permulaan kasus ini terjadi saat korban masih usia enam tahun,” ungkap Kapolres, Senin (26/11/2018).

Kini, NR sambungnya, telah berusia 11 tahun. Peristiwa pencabulan pertama kali dilakukan tersangka saat hubungan dengan istrinya, SP (30) masih harmonis.

Ulah pelaku kian menjadi ketika bercerai dengan pendamping hidupnya. Sejak itu, NR tinggal serumah dengan neneknya yang berinisial MN. Sementara ibunya bekerja di Pulau Dewata.

“Kadang korban berkunjung ke bengkel sekaligus rumah ayahnya. Di sinilah perbuatan kurang pantas itu dilakukan sampai lebih lima kali,” kata AKBP Taufik HZ didampingi Wakapolres Kompol Oskar Samsudin dan Kasatreskrim AKP Panji Prathista Wijaya.

Kasus ini terungkap dari prilaku korban yang mulai berubah. NR yang disuruh mengaji oleh neneknya mengaku berhalangan. Akhirnya sang nenek pun mendesak si cucu agar mau bercerita.

“Akhirnya korban mengaku telah dicabuli oleh ayahnya sendiri. Pengakuan ini kemudian diteruskan kepada SP kepada aparat Polres Banyuwangi,” jelas mantan Kapolres Bondowoso ini.

Penyidikan terhadap kasus ini terus dijalankan aparat. Barang bukti pakaian korban sudah diamankan. Penyidik juga mengupayakan visum untuk mengungkap titik terang kekerasan seksual yang dialami korban.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 76 huruf d junto Pasal 81 ayat 1 UURI No.35 Tahun 2014. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun. Dan hukumannya ditambah sepertiga apabila dilakukan oleh orang tuanya,” pungkas perwira yang pernah menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Poniman hanya tertunduk lesu sepanjang jumpa pers digelar. Kupyah putih menutup kepalanya meski mengenakan pakaian tahanan. Jawaban yang dilontarkan terkait aksi asusila yang diarahkan kepadanya pun pendek dan pelan. “Saya khilaf,” kelitnya. (Rony Subhan)

Biro Bayuwangi 

Comments

comments