Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Februari 18, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » BNNP Jateng Musnahkan 2,1 Kilogram Sabu Pakai Alat Baru
  • Follow Us!

BNNP Jateng Musnahkan 2,1 Kilogram Sabu Pakai Alat Baru 

BERITA SEMARANG – BNNP Jawa Tengah musnahkan 2,1 kilogram narkotika jenis sabu hasil pengungkapan di Terminal Mangkang Semarang dengan tersangka Ribut Hariyono (20) warga Kadokan Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang merupakan jaringan Surakarta.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Muhammad Nur mengungkapkan, BNNP Jateng tidak lagi secara konvensional dalam memusnahkan barang bukti sabu, karena kini telah mendapat bantuan mesin incinerator dari BNN Pusat. Dengan mesin tersebut, proses pemusnahan barang bukti narkotika bisa lebih efektif.

“Barang bukti sabu cukup dimasukkan di alat tersebut dan dipanaskan hingga derajat tertentu maka sabu akan hilang menjadi asap yang keluar melalui cerobong alat tersebut,” jelas Muhammad Nur saat gelar pemusnahan barang bukti 2,1 kilogram sabu di kantor BNNP Jateng, Senin (26/11/2018).

Menurutnya, mesin pemusnah tersebut tidak hanya bisa digunakan oleh BNN saja, akan tetapi bisa dipakai oleh penegak hukum lain untuk pemusnahan jika memang diinginkan.

Sebelum dilakukan pemusnahan, sabu seberat 2,1 kg tersebut di tes Laboratorium Forensik (Labfor) Semarang untuk mengetes keasliannya, yang disaksikan oleh perwakilan dari Kejari Semarang, Kejati Jateng, Kesbangpol, dan Pemkot Surakarta.

Diketahui, sabu seberat 2,1 kg tersebut adalah milik tersangka Ribut Hariyono  bersama Iman Yoga yang ditembak mati petugas beberapa waktu lalu saat penangkapan.

Iman Yoga merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkotika yang secara rutin mendatangkan 2 hingga 3 kg sabu dari Jakarta maupun Surabaya untuk diedarkan di wilayah Solo dan sekitarnya.

Kini tersangka Ribut Hariyono ditahan di BNNP Jateng untuk proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) sub Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments