Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 13, 2018
Halaman Home » Bekasi Kota » Walikota Bekasi Sosialisasikan Pemanfaatan Kartu Sehat
  • Follow Us!

Walikota Bekasi Sosialisasikan Pemanfaatan Kartu Sehat 

“Kalau Ada Pihak Rumah Sakit Tolak KBS, Kita Akan Cabut Izin Usahanya di Kota Bekasi”

BERITA BEKASI – Meski sudah mencapai 78 persen pencetakan Kartu Sehat Bekasi (KBS), namun warga Kota Bekasi masih memiliki antusiasme tinggi perihal layanan kesehatan yang di gagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (7/11/2018).

Masih dalam rangka, program 100 hari kerja, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, mensosialisasikan pemanfaatan Kartu Sehat Bebasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) yang masih tinggi diharapkan warga Kota Bekasi dalam pelayanan dasar kesehatan yang ditanggung Pemerintah Daerah.

Sosialisasi mengenai pemanfaatan KS NIK ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak lagi terbentuk sebuah animo masyarakat bahwa KS NIK ini ditolak oleh pihak rumah sakit, terlebih bagi warga Kota Bekasi yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kapan kita mau bekerja cepat untuk rakyat, kapan rakyat akan mendapatkan pelayanan yang prima dari Pemerintahnya?,” terang Rahmat ketika dihubungi Beritaekspres.com, Kamis (8/11/2018).

Karena menurut Rahmat, masyarakat sangat membutuhkan kepastian dan kejelasan bukan untuk dibuat bingung dengan peraturan yang ada namun tidak menghilangkan proses yang sudah ada.

“KS NIK ini bisa digunakan di 39 RS dalam Kota Bekasi dan 20 RS luar Kota Bekasi. Jika ada rumah sakit yang menolak warga yang akan berobat terutama warga Kota Bekasi maka akan kita cabut izin operasinya,” tegas Rahmat.

Selain itu, Rahmat juga menekankan agar warga Kota Bekasi paham dengan pelayanan kesehatan, jika terjadi sakit ringan ataupun tidak berbentuk sakit kronis, cukup datang ke Puskesmas yang sudah tersedia, jika kronis bisa langsung ke rumah sakit milik Pemerintah ataupun RS Swasta terdekat.

“Pelayanannya tidak ada yang berubah, jika pusing, sakit perut, sakit gigi, datang saja ke Puskesmas terdekat, akan dliayani sama dengan Rumah Sakit, mari kita tingkatkan antusias kepada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas,” himbaunya.

Ditambahkan Rahmat, rencananya pada tahun 2020 nanti warga Kota Bekasi jika ingin pergi kerumah sakit untuk berobat cukup menggunakan KTP Kota Bekasi karena sudah tersistem melalui NIK dan akan terbentuk di setiap Rumah Sakit Swasta.

 “Cukup dengan membawa e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang bernomor Induk di Kota Bekasi. Jangan persulit masyarakat untuk mendapatkan hak kesehatannya,” pungkas Rahmat. (Adv/Edo)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments