Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 13, 2018
Halaman Home » Hukum » Wa Ode: KPK Ngegabah Memproses Hukum Klien Kami
  • Follow Us!

Wa Ode: KPK Ngegabah Memproses Hukum Klien Kami 

BERITA JAKARTA – Kuasa hukum Lucas, Wa Ode Nur Zainab sejak awal tidak menerima tuduhan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya yang dituding menghalangi proses hukum tersangka, Eddy Sindoro. Hal itu menyikapi dakwaan Jaksa dipersidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pimpinan Franky Tambuyun, Rabu (7/11/2018).

“Klien kami, tidak kenal Dina Soraya, Eddy Sindoro, Dwi Hendro Wibowo dan pihak-pihak yang membantu pelarian Eddy Sindoro, termasuk ketika Eddy transit di Bandara Soekarno-Hatta dan kembali ke luar Negeri pada tanggal 29 Agustus 2018,” terang Wa Ode kepada Beritaekspres.com, Kamis (8/11/2018). 

Dikatakan Wa Ode, sangat tidak masuk akal bagi KPK untuk menuding kliennya mengingat Lucas yang sejak awal memulai karirnya sebagai advokat hingga saat ini tak pernah sekalipun menjadi kuasa hukum maupun penasihat hukum bagi tersangka, Eddy Sindoro.

“Dalam kapasitas apa klien kami yang bukan siapa-siapa Eddy berani menyarankan yang bersangkutan untuk tidak kembali ke Indonesia dan mengupayakan keluar masuknya beliau tanpa pemeriksaan pihak Imigrasi,” tegas Wa Ode.

Wa Ode pun menyayangkan sikap KPK yang dinilai terlalu ngegabah dalam memproses hukum kliennya, Lucas yang tidak pernah sama sekali menjadi kuasa hukum atau penasehat hukum, termasuk mengenal para pihak yang diduga turut membantu pelarian, Eddy Sindoro.

“Menurut kami, keterburu-buruan tersebut merupakan bentuk kekhawatiran KPK dalam menghadapi persidangan Praperadilan yang kemungkinan besar KPK akan kalah,” kata Wa Ode.

Sebab sambung Wa Ode, sebelumnya kliennya Lucas sempat mengajukan Praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Oleh karena itu, KPK menurutnya mempercepat untuk melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor.

“Seakan-akan KPK ketakutan menghadapi persidangan dan yang dinilai akan membuktikan bahwa penahanan yang dilakukan KPK tidak sah. Sebab, KPK tak punya bukti apapun yang mengindikasikan Lucas melanggar Pasal 21 UU Tipikor,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Wa Ode, berdasarkan bekas perkara sudah jelas disebutkan bahwa yang membantu Eddy dalam pelariannya adalah pria bernama Chua Chwee Chye alias Jimmy beserta seorang wanita bernama Dina Soraya, tetapi KPK hingga kini tak juga menangkap keduanya.

Tak hanya itu, menurut beberapa saksi dalam BAP, tersangka Eddy Sindoro tidak sedang dalam pencekalan saat transit di Bandara Soekarno-Hatta dan tidak masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) serta tak pernah ada berita mengenai penerbitan red notice atas dirinya.

Maka dari itu lanjut Wa Ode lagi, lolosnya Eddy Sindoro dari cekalan pihak Imigrasi bukan karena adanya tindakan mnghalang-halangi yang dilakukan Lucas. Namun, semuanya murni karena kelalaian KPK sendiri dalam menjalankan tugas.

Lebih lanjut, Wa Ode, menyebutkan secara tegas bahwa kliennya Lucas bukan seorang koruptor, juga bukan pejabat atau penyelenggara negara yang terjerat kasus korupsi, tetapi mengapa klien kami malah dibawa ke Pengadilan Tipikor dengan Pasal 21 UU Tipikor yang jelas-jelas bukan sebagai delik korupsi.

“Pengadilan Tipikor seharusnya tidak berwenang memeriksa dan memutuskan tindak pidana lain selain tindak pidana korupsi,” pungkas Wa Ode. (Bambang)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments