Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 13, 2018
Halaman Home » Berita Daerah » Kanim Kelas I TPI Semarang Gelar Rakor Tim Pora Kabupaten Semarang
  • Follow Us!

Kanim Kelas I TPI Semarang Gelar Rakor Tim Pora Kabupaten Semarang 

BERITA SEMARANG – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Semarang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Kabupaten Semarang yang dihadiri dari unsur TNI, Polri, dan Forkopimda Kabupaten Semarang yang berlangsung di Balemong Resort, Kabupaten Semarang, Rabu (7/11/2018).

Kadiv Imigrasi Kemenkum dan HAM Jateng, Ramli HS menyampaikan, kegiatan ini merupakan sinergitas untuk melakukan pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Kabupaten Semarang.

“Pengawasan ini untuk melakukan deteksi dini, jangan sampai Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Kabupaten Semarang melakukan pelanggaran hukum dan menyalahgunakan ijin tinggal termasuk kegiatan illegal lainnya,” ujar Ramli.

Menurutnya, Tim Pora yang sudah dibentuk (di Kabupaten Semarang) ini harus secara berkala melakukan pertemuan dalam rangka menyampaikan informasi di wilayah masing-masing.

“Untuk kegiatan ke depan yang harus kita lakukan dalam mengantisipasi terhadap WNA yang melakukan pelanggaran di wilayah Kabupaten Semarang harus kita rumuskan dan harus kita tindak lanjuti, yakni berupa operasi di lapangan berdasarkan adanya laporan dari instansi atau pihak-pihak terkait yang sifatnya mengandung unsur kebenaran, bukan laporan fiktif,” tandas Ramli.

Dikatakannya bahwa Tim Pora adalah tim yang terdiri dari instansi atau lembaga pemerintahan yang mempunyai tugas dan fungsi terkait keberadaan dan kegiatan orang asing.

Tujuan dibentuknya Tim Pora sendiri untuk mewujudkan pengawasan keimigrasian yang terkoordinasi dan menyeluruh terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Indonesia.

Diketahui tahun 2017, pihaknya telah mendeportasi sebanyak 125 orang, sedang tahun 2018 ada 135 orang langsung dideportasi tidak melalui proses pro justisia karena ada yang over stay, juga menyalahi perijinan.  

“Oleh karena itu kita yakini bahwa mereka sudah melakukan pelanggaran dan kita lakukan penegakan hukum berupa pengusiran dari wilayah Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu dari 135 WNA yang dideportasi, mereka yang terbanyak dari Negara Cina 26 orang, Korea Selatan 15 orang, Malaysia 11 orang, Timor Leste 9 orang, dan Yaman 10 orang.

Pihaknya berharap dengan adanya Tim Pora khususnya di Kabupaten Semarang ini mampu bersinergi dan bertukar informasi tentang keberadaan WNA di wilayah masing-masing. Ini semua untuk deteksi dini dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Bukan kewajiban instansi pemerintah semata yang melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing, namun masyarakat juga mempunyai kewajiban, paling tidak informasinya bisa kita tindak lanjuti,” pungkas Ramli. (Nining)

 

Biro Semarang

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments