Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 13, 2018
Halaman Home » Kriminal » Dibawah Ancaman, Korban Terpaksa Layani Nafsu Bejat Sang Paman
  • Follow Us!

Dibawah Ancaman, Korban Terpaksa Layani Nafsu Bejat Sang Paman 

BERITA BANYUWANGI – Taufik Hidayat (22) pemuda asal Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB), terpaksa harus meringkuk dibalik jeruji besi Polsek Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, karena tega menyetubuhi korban (16) yang tak lain keponakannya sendiri yang masih duduk dibangku sekolah, Rabu (7/11/2018)

Keperawanan siswi SMA Kelas X ini, direnggut pelaku pada Minggu 6 November 2018 sekitar pukul 18.30 WIB dirumah korban di Dusun Talunrejo, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kejadian bejat itu bermula, ketika korban diajak pelaku ke Kota Banyuwangi untuk mengambil paketan. Kembali kerumah pukul 18.30 WIB rumah dalam keadaan kosong. Ketika korban tengah melipat baju, hasrat pelaku mulai muncul melihat kemolekan tubuh keponakannya yang mulai beranjak dewasa. 

Usai melipat baju, korban pun pamit hendak pergi belajar kerumah temannya namun dilarang pelaku. Korban pun tetap pergi keluar rumah. Belum jauh melangkah, pelaku lalu mengejar korban dan menarik tangan korban kembali ke dalam rumah.

Setelah kembali kedalam rumah, korban dimasukan pelaku kedalam kamar sambil mengancam akan membunuh korban jika berteriak. Takut dengan ancaman pelaku, korban pun hanya bisa diam dan pasrah ketika pelaku langsung memeluk dan mencium korban.

Tak hanya sampai disitu, aksi bejat pelaku mulai melampaui batas dengan membuka baju dan celana korban hingga tanpa sehelai benangpun yang tertinggal ditubuh korban. Setelah itu, pelaku pun berhasil melampiaskan nafsu bejatnya dengan mereggut keperawanan keponakannya sendiri.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku memberikan uang sebesar Rp9000 dan pergi meninggalkan korban yang dalam keadaan setres berat setelah keperawananya direnggut sang Paman. Tak tahan dengan keadaan itu, korban pun langsung menceritakan kepada Nenek, HP (50).

Mendengar cerita itu, Nenek korban sontak kaget dan langsung melaporkan kepada anaknya ibu kandung korban, YT (43) dan berlanjut pelaporan ke Polsek Cluring didampingi Bibi korban SL (34).

Kepada Beritaekspres.com, Kapolsek IPTU B. Mandrias melalui Kanit Reskrim IPDA Sadimun membenarkan kejadian tersebut dan sudah diakui tersangka yang dijerat Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang – Undang RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

“Korban dipaksa melayani nafsu bejatnya karena diancam hendak dibunuh jika teriak apalagi tidak mau melayani,” pungkasnya. (Roni Subhan)

Biro Banyuwangi

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments