Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 18, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Orang Tua Menjerit, JEKO Sesalkan Pungutan di SMKN 1 Tambelang
  • Follow Us!

Orang Tua Menjerit, JEKO Sesalkan Pungutan di SMKN 1 Tambelang 

BERITA BEKASI – Pungutan dengan berbagai alasan terus menghantui dunia pendidikan yang seakan tidak pernah ada kesudahan kendati Pemerintah Pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) bernomor 87 Tahun 2016 tentang tugas Saber Pungli pun, tak menghalangi keberanian pihak sekolah untuk melegalkan berbagai pungutan yang memberatkan para orang tua siswa. 

Hal itu dikatakan Ketua Umum (Ketum) Jendela Informasi (JEKO) Indra Pardede dalam menyikapi adanya pungutan yang terjadi di SMK/SMA Negeri yang ada diwilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Jawa Barat.

“Di SMKN 1 Tambelang uang seragam mencapai Rp2.150.000. Belum lagi ada istilah uang kunjungan Industri Rp450.000 persiswa yang dipungut oleh pihak sekolah dan itu luar biasa bagi sekolah plat merah yang katanya milik Pemerintah,” terang Indra kepada Beritaekspres.com, Selasa (23/10/2018).

Untuk biaya itu sambung Indra, pihak sekolah tidak pernah tahu kalo para orang tua siswa ini, terpaksa harus mencari atau meminjam uang kepada kerabat dan saudaranya demi anaknya bisa bersekolah untuk mendapatkan pendidikan yang istilah Pemerintah ‘wajib’ bagi anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan.

“Kalo seperti ini judulnya tidak wajib dong? Gimana kalo tidak mampu, karena tingkat ekonomi masing-masing para orang tua siswa ini tidak sama. Mereka terpaksa mengusahakan itu demi menjaga agar psikologis anaknya tidak terganggu dalam mengenyam pendidikan akibat malu tidak mampu membayar seperti siswa yang lainnya,” ungkap Indra.

Hal inipun lanjut Indra, berdasarkan hasil curhatan salah satu orang tua siswa yang anaknya bersekolah di SMKN 1 Tambelang Kabupaten Bekasi yang mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan anaknya meski sudah bersekolah di sekolah Negeri milik Pemerintah yang terpaksa harus berhutang demi memenuhi pendidikan anaknya.

“Kalo seperti ini, tragis namanya. Gimana bangsa ini mau mendapatkan generasi penerus kalo untuk pendidikan yang katanya wajib aja mahal. Sekolah Negeri gratis yang selalu dicanangkan Pemerintahpun seakan hanya seremonial belaka dan jauh dari harapan dan kenyataan yang ada,” sindirnya.

Untuk itu tambah Indra, dirinya berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, untuk mengambil tindakkan terhadap SMKN 1 Tambelang Kabupaten Bekasi yang dirasa sangat memberatkan para orang tua siswa.

“Kan sudah ada bantuan dari Pemerintah berupa BOS lalu dikemanakan dana itu kok harus menarik lagi dari para siswa dengan berbagai alasan. Komite sekolah pun tidak dapat menjadi alasan karena sulit mengukur rasa keadilan karena tarap ekonomi para orang tua siswa tidak sama,” pungkasnya. (De/Mul)

 

Biro Kabupaten Bekasi

Comments

comments