Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Juli 19, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Pemerintah Jateng Bakal Optimalkan Sektor Pariwisata 
  • Follow Us!

Pemerintah Jateng Bakal Optimalkan Sektor Pariwisata  

BERITA SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan berupaya melakukan intensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor luar pajak. Berdasar PAD beberapa tahun terakhir, dominasi pajak khususnya kendaraan bermotor penyumbang pajak terbesar yang hampir mencapai 70 persen.

Untuk mendongkrak pendapatan dari luar pajak perlu adanya terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi. Meski nilai pajak kendaraan bermotor cukup menjanjikan, namun kebijakan itu kerap blunder, mengingat pengeluaraan anggaran tiap tahun khususnya untuk infrastruktur jalan cukup tinggi.

Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng, Budiyanto EP mengatakan, sektor pajak kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar. Namun Pemerintah sudah memiliki perencanaan untuk mengoptimalkan sektor lain, yakni pariwisata.

“Pemprov akan berupaya keras untuk mengegolkan upaya pendirian Jateng Park di Kabupaten Semarang. Juga peluang pengembangan kawasan Borobudur sebagai kawasan strategis pariwisata nasional akan diambil,” ungkap Budiyanto saat diskusi Prime Topice Trijaya FM yang bertema ‘PAD Non Pajak’ di Hotel Harris Sentraland Lantai 7, Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Senin (8/10/2018).

Bahkan pendirian PT. Garam di Pati ditargetkan harus jadi pada 2019 yang membidik pembuatan garam untuk industri. Optimalisasi PT. PRPP dan Kawasan di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang akan digarap secara optimal

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Jateng, M Rodhi mengharapkan agar sektor non pajak untuk terus digenjot. “Agar Pemprov Jateng tidak menggantungkan pajak kendaraan bermotor,” ujarnya.

Menurutnya, dengan terus digencarkannya pajak kendaraan, masyarakat akan berlomba-lomba membeli kendaraan bermotor. Otomatis, pemerintah akan kesulitan dalam penataan infrastruktur jalannya.

Sementara dalam pembahasan APBD, DPRD Jateng selalu mempertanyakan konsep pengelolaan pendapatannya dari sektor luar pajak. “Semakin pajak kendaraan bermotor digantungkan, maka orang akan berlomba-lomba membeli sepeda motor,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments