Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 7, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Tebang Ratusan Bambu Dilahan Pengairan Jefry Diperiksa Polisi
  • Follow Us!

Tebang Ratusan Bambu Dilahan Pengairan Jefry Diperiksa Polisi 

BERITA BANYUWANGI – Ratusan pohon bambu diatas tanah milik pengairan ditebang tanpa ijin oleh salah satu warga bernama Jefry yang berlokasi dibelakang Perumahan Sari Indah Permai, Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Jawa Timur, Kamis (20/9/2018).

Jefry sebelumnya, sudah diingatkan warga bahwa tanaman bambu itu milik pengairan, namun masih saja nekat menebang dan menjualnya, hingga warga geram dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cluring.

Kini Jefry, diperiksa pihak Kepolisian beserta pembeli bambu untuk mempertanggung jawabkan tindakannya. 

Menurut Korsda Cluring, Kasian Efendi ketika di periksa pihak Kepolisian menuturkan, bahwa telah melayangkan surat keberatan atas pemotongan bambu di sepadan Sungai

“Setiap warga boleh memotong tanaman yang ada di sepadan Sungai namun harus ada rekomendasi dari Dinas Pengairan Provinsi, karena kepemilikan aset tersebut menjadi kewenangan Dinas Provinsi, kami dari Dinas Kabupaten hanya sebagai fungsi kepengawasan,” terangnya.

Sebelumnya, menurut Jefry yang mengaku sebagai penanggung jawab Perumahan Sari Indah Permai ketika di konfirmasi di lokasi penebangan bambu mengatakan atas perintah bosnya.

“Saya di perintah pak Sigit untuk membersihkan perumahan ini, dan saya juga tidak tahu kalau bambu itu milik pengairan saya hanya menjalankan perintah saja,” ungkap Jefry pria asal Blitar yang kini berdomisili diwilayah Kecamatan Srono.

Bahkan Jefry mengakui bahwa bambu itu dijual seharga satu juta dan uang hasil penjualan untuk membeli handphone. “Kita jual borongan seharga Rp1 juta semuanya mas dan pembelinya di daerah Srono,” ungkapnya.

Sementara menurut Bibit salah satu warga menyayangkan adanya pemotongan bambu di tanah sepadan Sungai di perumahan yang di tempatinya

“Yang jelas saya sebagai warga juga tidak menghendaki adanya pemotongan bambu di sepadan Sungai ini, karena jelas berakibat fatal nantinya bisa terjadi abrasi, dan yang pasti pula itu kan ada aturannya yang tidak memperbolehkan pemotongan bambu atau tumbuhan yang ada di sepadan Sungai,” katanya.

Bahkan Bibit juga menambahkan atas kejadian ini sudah melaporkan kepada Dinas Pengairan dan Pemerintah Desa (Pemdes).

“Sebenarnya kejadian pemotongan ini sudah berlangsung sekitar satu bulan yang lalu, dan saya sudah melaporkan pada Korsda Pengairan Cluring bahkan saya juga melaporkan pada Pemerintah Desa tapi sayangnya seperti lambat dalam memberikan respon atas kejadian ini,” pungkasnya. (Rony Subhan)

Biro Banyuwangi

Comments

comments