Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, September 23, 2018
Halaman Home » Opini » Ahmad Muzhoffar: Bangun Kota Bekasi Secara Adil dan Makmur
  • Follow Us!

Ahmad Muzhoffar: Bangun Kota Bekasi Secara Adil dan Makmur 

AHMAD MUZHOFFAR salah satu putra asli Bekasi yang ikut maju dalam bursa Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bekasi Utara, asal Partai Golkar, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Ustadz Opang ini, lulus mengenyam pendidikan di University of Western Sydney, Australia, dengan menyandang gelar, Master of Applied Finance (MAF) tahun 1999 bersamaan dengan Ketua Banggar DPR-RI, DR. Azis Syamsuddin.

Sebelum menginjakan kakinya ke Negeri Kanguru untuk menuntut ilmu, Ustadz Opang lebih dulu mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta Setrata 1 (S1) mengambil jurusan Manajemen Keuangan dan Perbankan tahun 1997.

Mengeyam pendidikan awal, Opang di SDN Perwira tahun 1986, SMPN 1 Bekasi tahun 1989 seangkatan dengan, Wiwik Hargono istri dari Wakil Walikota Bekasi terpilih 2018-2023, Tri Adhianto dan lulus SMAN 2 Bekasi tahun 1992.

Keberadaan Ustadz Opang anak sulung dari pasangan, Almarhum KH. Aminulloh Muchtar Thabrani dan Hj. Siti Aisyah HK, dalam bursa Caleg DPRD Kota Bekasi diharapkan mampu menambah warna dan wawasan untuk kemajuan dan membawa perubahan Kota Bekasi 5 tahun kedepan sebagai perwakilan masyarakat Kota Bekasi melalui putra asli daerahnya.

Dalam kesehariannya, Ustadz Opang menjabat sebagai, Ketua Dewan Pembina (DP) Yaysan Islam Annur, Pembina FBR Gardu 034, Penasehat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), FORKABI, BM Peterpen Bekasi Utara, CEO Forum Komunikasi Pondok Prsantren Kota Bekasi dan Bendahara l DPW Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), Jawa Barat.

Membangun Kota Bekasi secara adil, makmur, merata serta berkesinambungan merupakan tujuan visi dan misi Opang sebagai calon perwakilan masyarakat Kota Bekasi untuk maju dalam bursa Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi asal Partai Golkar pada 2019 mendatang.

Perbincangan ringan dengan Beritaekspres.com

Terkaitan dengan pembangunan, Ustadz Opang mengatakan, pembangunan yang berjalan dengan baik dalam rangka memperbaiki mutu kesejahteraan masyarakat sangat diimpikan setiap negara di dunia hingga menjadi salah satu tujuan utamanya. Berbagai macam model pembangunan telah diatur dalam Undang-Undang masing-masing negara.

Untuk di kita sambung Ustadz Opang, tujuan yang merupakan pernyataan cita-cita dari para pendiri negara Indonesia sebagai wujud kesepakatan nasional tersebut diatas, telah diatur dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Yaitu, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” terangnya, Kamis (13/9/2018).

Dikatakan Ustadz Opang, penduduk suatu daerah atau negara merupakan objek dan subjek pembangunan. Sebagai obyek artinya penduduk merupakan faktor yang harus dibangun atau ditingkatkan kualitas hidupnya. Sebagai subjek, penduduk merupakan faktor pelaku proses pembangunan.

“Kalo kita melihat, dari sisi yang lain, penduduk merupakan beban sekaligus potensi bagi suatu daerah atau negara,” ungkap cucu sulung dari Ustadzah, Hj. Ni’mah Ismail dan KH. Muchtar Thabrani yang menginspirasi nama Jalan KH. Muchtar Thabrani

Apabila suatu negara atau daerah tambah Ustadz Opang, pertumbuhan penduduknya sangat tinggi, ini merupakan masalah. Hal ini dikarenakan kapasitas wilayah suatu negara atau wilayah terbatas. Apabila suatu negara atau daerah telah mengalami pertumbuhan penduduk yang tinggi, hal ini bisa menyebabkan ledakan penduduk.

“Akibat – akibat dari ledakan penduduk tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan dan kemakmuran penduduk tersebut dalam suatu daerah atau negara tersebut,” jelasnya ayah dari 5 orang anak ini.

Akhirnya kata Ustadz Opang, sumber – sumber kebutuhan pokok seperti pangan, sandang dan papan yang layak tersebut tidak lagi sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk. Tidak mencukupinya fasilitas sosial dan kesehatan yang ada (sekolah, rumah sakit, tempat rekreasi) serta berbagai fasilitas pendukung kehidupan lain.

“Tidak mencukupinya lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang ada terjadilah peningkatan jumlah pengangguran dan berdampak pada menurunnya kualitas social buntutnya, akan banyak tuna wisma, pengemis, kriminalitas meningkat dan lain-lain,” paparnya.

Tapi juga tambah Ustadz Opang, selain dampak negatif ada juga dampak positif yang di timbulkan dari pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk masyarakat jadi makin bisa saling bersosialisai, bermusyawarah dan bersilahturahmi memprkuat kerukunan dan kesatuan.

“Semakin banyak orang-orang baru yang memiliki kelebihannya masing-masing, terutama dalam hal, Teknologi dengan orang-orang ini kita dapat hidup sejahtera. Juga dapat memperdayakan SDM yang ada dengan cara memperkerjakan, sehingga membantu dalam meningkatkan pertumbuhan output suatu daerah atau negara,” pungkasnya mnutup perbincangan. (Tim)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments