Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Desember 11, 2019
Halaman Home » Kriminal » Polsek Banyuwangi Berhasil Ungkap Prostitusi Online
  • Follow Us!

Polsek Banyuwangi Berhasil Ungkap Prostitusi Online 

BERITA BANYUWANGI – Praktek prostitusi online berhasil diungkap anggota Unit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota. VAA (29), seorang perempuan yang tinggal di Jalan Mendut, Gang XIV, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka. 

Dalam kasus ini, VAA, diduga berperan selaku mucikari untuk menggunakan jasa TNA (23), Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Perumahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, dengan menggunakan fasilitas menggunakan aplikasi sosial media Bee Tak

“Harga yang disepakati Rp1,7 juta. Pembayarannya langsung ke PSK ketika sudah berada dalam kamar hotel. Terungkapnya, petugas melakukan penyamaran,” terang Kapolsek Banyuwamgi Kota, AKP Ali Masduki kepada Beritaekspres.com, Senin (10/9/2018). 

Selain itu sambungnya, ada juga uang yang ditransfer ke rekening Bank Mandiri atas nama VAA sebesar Rp200 ribu sebagai imbalan terima kasih. Setelah transaksi disepakati, baru ditentukan lokasi bertemu disebuah hotel. 

“Peran VAA adalah menyuruh TNA untuk datang melayani tamu booking short time upah Rp1,7 juta. Dari transaksi ini, mucikari dapat komisi Rp200 ribu. Dan dia masih dapat lagi kiriman dari pemboking Rp200 ribu sebagai ucapan terima kasih. Jadi, Mucikari mendapat Rp400 ribu,” jelasnya. 

Dikatakan AKP Ali, modus prostitusi online yang dijalankan VAA terbongkar dengan bukti transfer sebesar Rp200 ribu, uang tunai Rp1,7 juta, bukti chek in hotel, dua unit Hp Xiomi dan Apple serta pendukung lainnya. 

“Setiap bertransaksi, tersangka mengirimkan beberapa foto wanita atau PSK kepada para calon pemesan,” katanya.

Kasus ini tambahnya, terungkap, Jumat 7 September 2018 sekitar pukul 23.00 WIB. Tersangka VAA diduga terlibat dalam perdagangan manusia dengan modus prostitusi online. 

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 dan 2 serta Pasal 12 UURI No.21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, subsider Pasal 506, 296 KUHP,” pungkasnya. (Rony Subhan)

Biro Banyuwangi

Comments

comments