Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Agustus 22, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Ratusan Warga Karang Harja Grudug Kantor Camat Pebayuran
  • Follow Us!

Ratusan Warga Karang Harja Grudug Kantor Camat Pebayuran 

BERITA BEKASI – Ratusan warga Karang Harja, Kecamatan Pebayuran, berbondong-bondong menggelar aksi demo di depan Kantor Kecamatan Pebayuran, Rabu (29/7/2018) pukul 10.00 WIB.

Warga memadati halaman kantor Kecamatan dan beramai-ramai menyerukan kalimat “keadilan” berulang kali, sembari membawa kertas bentang dengan beragam tulisan.

“Usut tuntas Pilkades Karang Harja??“. Demikian kalimat tertulis pada spanduk yang dipegang 2 orang. ‘Panitia curang kami meminta pemilihan ulang‘ tertulis pada spanduk lainnya.

“Karang Harja butuh keadilan…!” seru salah seorang pendemo. Bahkan, ada dua orang perwakillan massa pendukung calon Kades Nomor 2 Ujang Bustaman dan calon Kades Nomor 1 Mintra yang diterima pihak Kecamatan Pebayuran, Nabrih.

Perwakilan Calon Kades Karang Harja Nomor 2 Ujang Bustaman, M. Anton, usai audiensi dengan pihak musyawarah pimpinan Kecamatan (Muspika) menjelaskan pertemuan itu.

“Kita sampaikan aspirasi pelaksanaan Pilkades yang tidak konsekuen dan banyak kejanggalan. Bahkan,  penutupan dimajukan dari jam 07.00 sampai 14.00 menjadi jam 12.00 WIB,” kata Ujang kepada awak media.

Ditempat yang sama Anton selaku perwakilan warga yang melakukan aksi demo mengatakan, akibat hal itu, 463 warga dalam DPT kehilangan hak pilih dari total 5.719 orang. Pada demonstrasi itu juga hadir massa calon Kades Nomor urut 1 Mintra.

“Kami beranggapan ada diskriminasi pemilih oleh panitia. Ada apa? Jadi kami mohon sebagai perwakilan, Muspika dan Muspida menindaklanjuti,” ujar Anton. 

Masih kata Anton, pada dusun 3 ada dugaan penggelembungan suara. Dari 1.430 DPT, ketika penghitungan selesai justru ada 1.961 lebih 531.

“Pihak Camat merespons dengan baik. Besok kita laporkan tertulis kepada Bupati dengan tembusan ke Camat, DPMPD, DPRD, Polres, Kodim dan lainnya,” harap Anton.

Apabila tuntutan Pilkades ulang tak terpenuhi, Anton dan massa akan memperjuangkan hal itu hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau memang tidak diulang, kita akan kriminalkan panitia karena 1 suara saja sangat berarti,” jelasnya. Usai perwakilan selesai diterima, mereka membubarkan diri dengan tertib. (De/Mul)

Biro Kabupaten Bekasi

 

Comments

comments