Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Oktober 22, 2019
Halaman Home » Entertainment » Kepedulian Komunitas Padang Kota Bengkuang
  • Follow Us!

Kepedulian Komunitas Padang Kota Bengkuang 

BERITA SUMBAR – Kota Padang terkenal dengan Kota Bengkuang. Tidak hanya daerah penghasil bengkuang, Kota Padang juga menjadi pusat penjualan bengkuang di Sumatera Barat, bahkan hampir setiap Jalan Protokol maupun persimpangan disesaki para pedagang bengkuang. 

Namun, saat ini, identitas sebagai Kota Bengkuang hanya tinggal kenangan. Bengkuang tidak lagi menjadi komoditi unggulan bagi warga Kota Padang. Tak heran, jumlah petani bengkuang selalu merosot setiap tahun dan para penjual bengkuang sudah sulit ditemui.

Beranjak dari kondisi tersebut, sekelompok masyarakat di Padang Sumatera Barat, tergerak untuk mendirikan “Komunitas Padang Kota Bengkuang” dibawah KoordinatorBapak Azmal AZ. Meski baru berdiri sebulan, komunitas ini sudah banyak melakukan berbagai gebrakan di wilayah Sumatera Barat.

Kepada Beritaekspres.com, Koordinator Komunitas Padang Kota Bengkung, Azmal menyampaikan, bahwa bengkuang diketahui memiliki banyak keunggulan. Selain dapat mengobati 34 penyakit, produk dari bengkuang ini dapat menghasilkan 30 jenis makanan, seperti yang telah dikembangkan Komunitas Padang Kota Bengkuang bersama UMKM binaannya.

Dalam rangka memperingati HUT Kota Padang ke-349 dan HUT Kemerdekaan RI ke-73, Komunitas Padang Kota Bengkuang pada Jumat 10 Agustus 2018 lalu, membagikan sedikitnya 9 ribu porsi rujak berbahan dasar buah bengkuang kepada masyarakat umum secara gratis di 3 titik Kota Padang, yakni Masjid Raya Sumbar, Masjid Al Azhar Air Tawar dan Masjid Baiturrahman Tabing.

Azmal juga mengatakan, bahwa saat ini julukan Padang sebagai Kota Bengkuang bukan lagi sebagai icon, namun melainkan hanya sekadar selogan. Sebab, para petani dan produktivitas bengkuang sudah mulai berangsur hilang.  

“Lenyapnya gaung icon Padang Kota Bingkuang, diperkirakan sejalan dengan atau lebih dahulu dari tidak adanya lagi atau raibnya keberadaan patung Bengkuang di kawasan Basko Mall Air Tawar,” ungkapnya, Senin (13/8/2018).

Ditambahkan, Azmal bahwa Komunitas Padang Kota Bingkuang dengan memanfaatkan facebook telah menjaring beragam masukan berupa komentar masyarakat atau netizen tentang icon Kota Padang Kota Bingkuang.

Generasi belakangan sudah tidak mengenal lagi icon dimaksud. Justru yang muncul, adalah icon lainnya tanpa membawa embel-embel sedikitpun Kota Bengkuang. “Gerakan yang bertemakan rujak bengkuang rajut silaturahmi warga Padang itu, sebagai bentuk upaya mengembalikan icon Padang sebagai Kota Bengkuang,” pungkasnya. (CR-6)

 

Comments

comments