Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Oktober 21, 2018
Halaman Home » Megapolitan » Joko Sutrisno Dawoed: Ada Dugaan KASN Bermain Politik
  • Follow Us!

Joko Sutrisno Dawoed: Ada Dugaan KASN Bermain Politik 

BERITA JAKARTA – Tahun 2018-2019, merupakan tahun politik dengan tensi yang cukup tinggi dan panas. Hal itu, diungkapkan pengacara yang juga mantan pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Joko Sutrisno Dawoed.

Menurut Dawoed, pencopotan dan penggantian pejabat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah benar, karena dilakukan setelah menjabat lebih dari 6 bulan. Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini, merupakan murni pilihan rakyat warga yang berpenduduk DKI Jakarta.

“Saya sangat terkejut dan heran, kenapa Gubernur Anies yang baru mencopot dan mengganti pejabat diributkan. Bahkan, Komisi ASN begitu getolnya dan cepat tanggap, sekonyong-konyong melakukan pengawasan serta penyidikan seolah-olah ada pelanggaran yang dilakukan Anies,” terang Dawoed kepada Beritaekspres.com, Senin (6/8/2018).

Bahkan sambung Dawoed, Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) telah memberikan rekomendasi antara lain harus ada penilaian dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU-ASN).

Dikatakan Dawoed, kalo memang berdasarkan pada aturan, kenapa pada hari Jumat tanggal 2 Januari 2015 lalu pada saat Gubernur DKI Jakarta dijabat Ahok, KASN tidak melakukan penyidikan dan tidak memberikan rekomendasi seperti saat ini yang dilakukan terhadap Anies Gubernur DKI terpilih.

Padahal lanjut Dawoed, itu adalah pelanggaran yang sangat berat dan bisa dibayangkan sekitar 1.300 pejabat mulai dari Eselon II, III dan IV dicopot tanpa ada pemberitahuan dan dilantik pejabat baru yang dilakukan di silang Monas.

“Dan salah satu korbannya, adalah saya yang ketika itu, duduk di Eselon III selama kurang lebih 14 tahun dari tahun 2001-2014. Dan pada tanggal 31 Desember 2014 saya masih menjabat,” ungkapnya.

Dawoed mengungkapkan, yang melanggar dan merusak perundang-undangan adalah selama dirinya menjadi staf dari tanggal 2 Januari 2015 sampai 2017 dimana DP3 dan E-kinerja ditandatangan pejabat yang lebih rendah dari pangkatnya yakni golongan III yang menandatangani golongan IV. Bahkan sampai saat ini teman-temannya yang masih aktif diperlakukan seperti dirinya.

“Pada tanggal 2 Januari 2015 yang dilantik menjadi pejabat baru ada istilah angkatan 2010 yang notabone baru naik pangkat III B sudah dingkat menjadi pejabat Eselon IV dan jelas-jelas melanggar aturan. Anehnya, KASN dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan-RB) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak pernah mempersoalkan.

Pelangaran yang terjadi di-era kepemimpinan Gubernur DKI Tahun 2015-2017 yang dibiarkan yaitu, pengangkatan pejabat tidak berdasarkan latar belakang pendidikan formal. Contoh, seorang Lurah diangkat berlatar belakang pendidikan Ilmu Kesehatan, Kepala Dinas Sumber Daya Air diangkat dari STPDN.

Camat dan Kabidnya tambah Dawoed, juga dari STPDN, Kepala Dinas Perhubungan diangkat dari STPDN dan para Eselon III dan IVnya juga banyak dari STPDN.

Padahal, kata Dawoed, Dinas Perhubungan mempunyai sekolah tinggi ilmu Tranportasi, Dinas Perumahan kepala Dinasnya pernah di jabat dari STPDN pada tahun 2017, Kepala Dinas Kebersihan yang sekarang menjadi Dinas Lingkungan Hidup dimana kepalanya berasal dari STPDN, termasuk wakilnya juga dari STPDN.

“Kabid dan Kasudin diborong dari STPDN dan Dinas Kominfo kepalanya dari seorang Dokter dan para pejabat yang diangkat pada tahun 2015 pada umumnya, belum memiliki pendidikan penjejangan seperti pendidikan PIM IV, PIM III dan PIM II,” jelasnya.

Seharusnya tambah Dawoed, perombakan, pengangkatan dan pencopotan pada saat awal 2015-2016-2017 yang harus dilakukan pemeriksaan oleh penegak hukum dari Kejaksaa, Kepolisian, KPK serta BPK, karena pada saat itu penuh dengan pelanggaran berat,” pungkasnya. (Bambang)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments