Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, November 14, 2019
Halaman Home » Parlementaria » Pemerintah Harus Perhatikan Guru Produktif SMK
  • Follow Us!

Pemerintah Harus Perhatikan Guru Produktif SMK 

BERITA JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana menegaskan, pemerintah harus memberikan perhatian kepada guru produktif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dadang mengaku, setelah berkunjung ke beberapa daerah, perhatian pada keberadaan guru produktif masih kurang. Padahal ketersedian guru produktif sangat penting sekali untuk meningkatkan kompetensi siswa didik di SMK.

“Dalam rangka pengembangan pendidikan vokasi ini, yang perlu kita perhatikan adalah ketersedian guru produktif. Saya keliling ke seluruh Indonesia di semua daerah, perkotaan saja guru produktifnya itu sangat kurang sekali. Untuk meningkatkan kualitas anak-anak SMK, output SMK, saya kira pemerintah harus memberikan perhatian pada guru-guru produktif,” katanya usai meninjau SMK TEKMACO dan SMK 8 Semarang bersama Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Menurut politisi Partai Hanura itu, dari segi jumlah, guru produktif baik di SMK negeri ataupun swasta masih dinilai defisit. Dari segi kualitas pun baginya harus ada standarisasi, seperti misalnya minimal berpendidikan Strata I (S1) dan memiliki pengalaman kerja yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan paling tidak 10 tahun. 

“Guru produktif itu masih kurang baik di swasta atau di negeri. Guru produktif itu harusnya guru yang berpengalaman di lapangan kerjanya paling tidak 10 tahun. Kemudian dia berpendidikan S1. Tapi hari ini kan susah sekali mencari yang berpengalaman kerja 10 tahun. Paling tidak dia punya kompetensi untuk menjadi guru produktif, mencetak siswa-siswa yang profesional,” jelas Dadang. 

Dalam catatan Komsi X, ada beberapa hal yang merupakan pendukung pendidikan vokasi yang berkualitas, yaitu kurikulum, ketersediaan guru kejuruan, ruang kelas, peralatan laboratorium yang memadai, serta akreditasi. Kurikulum pendidikan vokasi dan teknologi pembelajaran pendidikan vokasi perlu dikembangkan Iagi dalam berbagai bidang yang kontekstual dengan Indonesia seperti kemaritiman, pertanian, pembangkit listrik, dan lain-Iain.

Penguatan SMK sebagai Lembaga Pendidikan Vokasi perlu dilakukan melalui beberapa dimensi yaitu penguatan tata kelola kelembagaan melalui percepatan akreditasi sekolah dan sertifikasi, pembenahan kurikulum dan kualitas pembelajaran melalui penataan spektrum bidang keahlian serta peningkatan magang industri. (Par/Eko/Sf)

Comments

comments