Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Oktober 22, 2019
Halaman Home » Parlementaria » Banyak Picu Konflik, Perlu Dibentuk Pengadilan Pertanahan
  • Follow Us!

Banyak Picu Konflik, Perlu Dibentuk Pengadilan Pertanahan 

BERITA JAKARTA – Urgensi pembentukan Pengadilan Pertanahan mengemuka saat Komisi II DPR-RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Para Pakar Hukum Agraria dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanahan.

Wakil Ketua Komisi II DPR-RI, Nihayatul Wafiroh menjelaskan, perlunya pembentukan Pengadilan Pertanahan menurut para ahli disebabkan karena banyaknya putusan Pengadilan tentang masalah pertanahan bukan menyelesaikan masalah malah memicu konflik.

“Maka, dalam RUUP diperkenalkan lembaga penyelesaian sengketa berupa Pengadilan pertanahan yang secara implisit dimaksudkan untuk menangani sengketa pertanahan yang saat ini merupakan kompetensi Pengadilan Negeri (PN),” jelasnya, Kamis (19/7/2018).

Lebih lanjut, Nini sapaan akrab Nihayatul mengatakan, RUU pertanahan juga harus menjadi penguat tehadap UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Pasalnya. kebijakan-kebijakan pemerintah selama ini banyak melenceng dari UUPA

“Para pakar juga menemukan fakta bahwa ada beberapa pasal dalam RUU pertanahan yang melemahkan UUPA,” katanya. Selanjutnya, mereka juga mengatakan mengenai inkonsisten dan multitafsir dalam Pasal 27 RUU Pertanahan perlu dicermati. 

“Penentu Hak Guna Usaha (HGU) bagi perusahaan swasta dan BUMN itu 10 ribu, dulu disepakati begitu. Karena tingkat penguasaan tanah sangat tinggi, kesenjangan kepemilihan tanah sangat besar saat ini,” ungkapnya.

Kemudian, mengenai hak pengelolaan tanah pertanian, ada penetapan tanah untuk pertanian dan harus dipertahanakan. “RUU ini perlu menegaskan penetapan tanah ulayat, bukan hanya mengakui karena suda ada di UUPA,” tuturnya. 

Para pakar pertanahan juga menilai perlunya pembentukan Bank Tanah, untuk memenuhi hak tanah untuk kelas menengah ke bawah. Sekaligus mengontrol harga tanah. (Par/Ria, Mp)

Comments

comments