Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Desember 9, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Kisruh PPDB Online di Bekasi Bakal Berbuntut Panjang
  • Follow Us!

Kisruh PPDB Online di Bekasi Bakal Berbuntut Panjang 

BERITA BEKASI –  Hampir 90 persen warga Desa Sukadami selaku orang tua siswa kecewa terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang diselenggarakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cikarang Selatan, Kecamatan Cikarang Selatan,  Kabupaten Bekasi. Pasalnya, anak mereka tidak diterima menjadi siswa baru disekolahan Negeri tersebut. 

Kepada Beritaekspres.com, salah satu orang tua siswa, Odoy yang kediamannya tidak jauh dari SMPN 1 Cikarang Selatan mengatakan, percuma ada penerapan sistem zonasi, kalau memang warga setempat hanya jadi penonton. Pasalnya, peserta siswa baru yang mendapatar disekolahan tersebut juga tidak lolos.

“Kalau masalah zonasi, sudah tentu kami mutlak masuk dalam kategori tersebut. Namun anehnya, meskipun rumah kami di depan sekolahan Negeri tersebut, anak kami tidak bisa diterima menjadi siswa di SMPN 1 Cikarang Selatan,” terangnya, Senin (16/7/2018).

Maka dari itu sambung Odoy, kami meminta Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk segera melakukan mutasi terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Cikarang Selatan. Pasalnya, Kepsek tersebut tidak becus kerja.

“Dalam waktu dekat ini, kami beserta warga Desa Sukadami akan melakukan aksi demo dengan tema “Warga Setempat Jadi Penonton Setia”. Hal ini bentuk kekecewaan kami,” ungkapnya.

Mendapat laporan dari Puluhan bahkan ratusan warga masyarakat Desa Sukadami, Wakil Ketua DPRD, Kabupaten Bekasi, H. Jejen Sayuti berjanji akan melakukan infeksi mendadak (Sidak) ke SMPN 1 Cikarang Selatan.

“Ya banyak laporan dari masyarakat atau orang tua siswa yang katanya anaknya tidak bisa bersekolah atau menimba ilmu di SMPN 1 Cikarang Selatan. Jadi, saya selaku wakil rakyat sangat miris ketika mendengar keluhan warga setempat,” pungkas H. Jejen. (De/Mul)

Comments

comments