Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, September 23, 2018
Halaman Home » Hukum » Tim Intelijen Kejagung Tangkap Terpidana Korupsi Rp1,05 Triliun
  • Follow Us!

Tim Intelijen Kejagung Tangkap Terpidana Korupsi Rp1,05 Triliun 

BERITA JAKARTA – Terpidana kasus korupsi proyek jalan Tol JORR Pondok Pinang – TMII, senilai Rp1,05 triliun, Thamrin Tanjung berhasil ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, sekitar pukul 21.50 WIB di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.

“Thamrin Tanjung merupakan terpidana korupsi dalam penerbitan CP-MTN PT. Hutama Karya dengan nilai Rp1,05 triliun dan US 471.000.000 dolar yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrach),” terang Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi kepada Beritaekspres.com, Rabu (11/7/2018).

Dikatakan Nirwan, dasar eksekusi terpidana Thamrin yaitu, Putusan MA Nomor: 720K/Pid/2001 tanggal 11 Oktober 2001. Selanjutnya, Thamrin dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk proses lebih lanjut

“Terpidana dikenakan hukuman pidana penjara selama 2 tahun serta pidana denda Rp25.000.000 dengan subsidair 6 bulan penjara dan uang pengganti sebesar Rp8.000.000.000,” ungkapnya.

Nirwan menjelaskan, kasus ini bermula saat PT. Jasa Marga mengambil alih pengelolaan JORR yang sebelumnya merupakan barang sitaan negara pada tahun 1998.

“Hal itu, dilakukan PT. Jasa Marga, karena ketidakmampuan PT. Marga Nurindo Bhakti, membayar pinjaman sebesar Rp2,5 triliun ke BNI. Saat itu PT MNB meminjam pada 18 September 1996.

Ternyata tambah Nirwan, pada tanggal 21 Juni 1999 ada korupsi pada proyek jalan tol itu yang kemudian membuat dua pimpinan PT. MNB, Thamrin Tanjung dam Tjokorda Raka Sukawati dihukum. “Keduanya, dihukum masing – masing selama 2 tahun penjara,” pungkasnya. (Bambang)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments