Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, September 23, 2018
Halaman Home » Peristiwa » Diduga Salah Tangkap, Kaki Menantu Wartawan Ditembak Polisi
  • Follow Us!

Diduga Salah Tangkap, Kaki Menantu Wartawan Ditembak Polisi 

BERITA MEDAN – Peristiwa tragis menimpa, Wanda Gunawan Pasaribu (32), Warga Jalan Sutomo Gang Yahya No.7. Pasalnya, Wanda dituding mencuri sebuah handphone hingga kedua kakinya sengaja ditembak polisi, Senin (9/7/2018) kemarin.

Kepada Beritaekspres.com, Mertua korban Otti Batubara mengungkapkan, bahwa Wanda menantunya itu dijemput saat hendak pulang bekerja dibengkel dalam keadaan sehat oleh 4 orang polisi yang salah satu polisi itu merupakan temannya bernama, Haris Kurniawan Putra.

“Menantu saya saat itu sehat-sehat saja, kenapa tiba – tiba kakinya malah ditembak,” ungkap Otti kesal, Rabu (11/7/2018).

Sadisnya lagi, lanjut Otti, penyiksaan yang dilakukan petugas polisi tidak berprikemanusiaan, dimana mata pelaku dilakban dan dipaksa mengaku lalu ditembak.

“Menantu saya bilang bahwa dirinya dipaksa untuk mengaku. Dalam mobil matanya dilakban dan dibawa keliling hingga ke dua kakinya ditembak,” ungkap Otti lagi.

Otti pun menyesalkan pernyataan Kapolsek Medan Timur yang menuding bahwa menantunya sebagai penjahat hanya dengan melihat wajahnya.

“Kalau bicara fakta hukum, tolong disebutkan buktinya, kalau tidak sanggup membuktikan, jangan diplintir malah Kapolsek bilang dari wajahnya saja sudah bisa menilai dia residivis,” kata Otti.

Meskipun begitu, Otti tidak membantah bawah menantunya pernah dipenjara tahun 2012, karena mencuri sisa barang rongsokan di bengkel. Namun, tidak serta merta memberikan vonis bahwa menantunya penjahat.

Dengan kejadian ini, kata Otti, dirinya akan mengadukannya ke Propam Polda Sumatera Utara dan Kontras. “Saya bukan membela menantu saya, tolong terapkan azas praduga tidak bersalah, jangan karena polisi bisa berlaku sewenang-wenang.

Otti menuding, polisi tidak profesional karena dari bukti-bukti yang disebutkan polisi tidak ada yang mengarah kepada menantunya, kuat dugaan polisi salah tangkap. “Densus 88 saja sudah sering salah tangkap, apalagi sekelas petugas Polsek,” katanya.

Wartawan media Bumantara itu juga meminta agar Kapolda mengingatkan bawahannya dalam melaksanakan tugas agar sesuai SOP, jangan beraksi ala Koboy mengumbar peluru sembarangan.

“Tolong pak Kapolres dan khususnya Kapolda Sumut, para penganyom masyarakat itu diperingatkan lagi jangan seperti Koboy bila mengungkap kasus,” pungkasnya. (Roy)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments